Minggu, Juli 21, 2024
BerandaKlungkungPerbatasan Klungkung - Gianyar Tak Gunakan Aksara Bali, Begini Tanggapan Dinas PUPR...

Perbatasan Klungkung – Gianyar Tak Gunakan Aksara Bali, Begini Tanggapan Dinas PUPR Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Tidak adanya tulisan aksara Bali diperbatasan Klungkung – Gianyar yang masuk wilayah Bumi Serombotan mendapat pertanyaan dari banyak warga.

Selain tulisan aksara Bali, warga juga mempertanyakan banyak lampu yang mati, padahal proyek tersebut menelan anggaran miliaran rupiah.

Dikonfirmasi terpisah Kabid Cipta Karya Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Klungkung, Anak Agung Anom Duarasoma mewakili Kadis Dinas Anak Agung Gde Lesmana mengatakan, pihaknya mengira penggunaan aksara Bali hanya di gunakan untuk nama kantor.

“Karena dulu (saat perencanaan- red) biar isi tulisan selamat datang saja. Tulisan Bali yang diatur saya kira untuk nama kantor. Jadi tulisan selamat datang di Kabupaten klungkung, tidak diisi (Aksara Bali),” ungkapnya ketika dihubungi, Minggu (3/1/2020).

Duarasoma mengungkapkan, matinya beberapa lampu huruf tulisan Kabupaten Klungkung akibat kabel yang rusak.

“Tulisan selamat datang sudah diperbaiki. Tinggal tulisan Kabupaten Klungkung saja, kabelnya ada yang rusak saat pengerjaan. Nanti sekalian diperbaiki,” imbuhnya.

Disinggung terkait dengan minimnya lahan parkir, Agung Anom mengakui sering dikeluhkan banyak orang. Namun karena pihaknya hanya sebagai pelaksana pekerjaan, tidak berani memutuskan terkait pengadaan lahan parkir.

BACA :  Hindari Warga Meninggal Terdaftar Sebagai Pemilih, KPU Tugaskan PPK dan PPS Kawal Pembuatan Akta Kematian

“Penataan di wilayah sekitarnya perlu duduk bersama untuk menyatukan pemikiran. Sementara segitu dulu (proyek penataan, red). Semua bilang tidak ada parkir. Belum ada wacana pengadaan lahan parkir,” pungkasnya

Proyek penataan perbatasan Kabupaten Klungkung ini telah digarap sejak tahun 2019. Penataan pertama meliputi penguatan tebing, pengadaan lampu, dan juga tulisan dengan nilai mencapai Rp. 1,8 miliar. Sementara penataan kedua tahun 2020 meliputi penguatan tebing, ornamen Wayang Kamasan, Kayonan, dan gambar bidadari mencapai Rp. 1,4 Miliar.

Penataan perbatasan Kabupaten Klungkung ini membuat kawasan tersebut sering dikunjungi pengguna jalan yang kebetulan lewat. Hanya saja minimnya tempat parkir, membuat suasana dikawasan tersebut sering macet karena kendaraan berhenti disembarang tempat.

Penulis/Editor : Roni/Budiarta

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular