Suasana rumah duka mendiang Ketut Daging Arta di Banjar Kanginan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
sewa motor matic murah dibali

KUBUTAMBAHAN, balipuspanews.com — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Perbekel terpilih desa Bontihing Ketut Daging Arta. Jelang dilantik, pria 54 tahun itu menghembuskan nafas terakhir di RS Parama Sidhi, Selasa (19/11) sekitar pukul 13.30 WITA.

 

Diduga, mendiang Daging Arta meninggal akibat terkena serangan jantung saat sedang bekerja di Koperasi berkantor di Banyuasri, Singaraja.

 

Anak sulung mendiang, Gede Upadana Yasa (25) ditemui di rumah duka mengaku sama sekali tidak menyangka jika sang ayah telah berpulang begitu cepat. Terlebih pria yang bekerja di Denpasar ini tidak mendapat firasat terkait kepulangan sang ayah tercinta.

 

Kabar duka itu didengar dari kerabatnya di kampung, jika ayahnya sudah meninggal dunia.

 

 

“Terakhir saya komunikasi dengan Bapak (almarhum) pada 15 November lalu. Saat itu kondisinya sangat sehat, masih bisa bekerja di Koperasi di Singaraja,” terangnya.

 

Terkait riwayat sakit, Gede Upadana tak menampik jika sang Ayah sempat mengalami sakit sebelum perhelatan pilkel. Hanya saja kondisinya sudah membaik dan bugar ketika ikut bertarung di Pilkel serentak.

 

Gede Rasa (70) selaku kakak sulung mendiang Daging Arta menuturkan, jika sang adik meninggal di RS Paramasidhi. Sebelum dinyatakan meninggal oleh tim medis, mendiang sempat pingsan di kantor Koperasi tempatnya bekerja.

 

 

Sebelum meninggal, mendiang juga menyempatkan ikut rapat di Kantor Kecamatan Kubutambahan terkait fiting baju untuk prosesi pelantikan Perbekel dijadwalkan bulan Desember mendatang.

 

“Sehari sebelum meninggal sempat saya ajak kundangan pernikahan ponakan. jadi kondisinya sangat sehat, tidak ada tanda-tanda. Kok saya mendapat telpon kalau adik saya masuk UGD. ternyata nyawanya tidak tertolong,” ucapnya.

 

Menurutnya, sosok sang adik begitu humanis, bahkan sangat supel dan rajin menyama braya. Selama ini sang adik bekerja di Koperasi Loka Amerta, setelah memasuki masa pensiun di Bank BPD Bali.

 

“Kami masih rembug keluarga, kapan akan dikremasi,” imbuhnya.

 

Sehari sebelum berpulang, Gede Rasa sempat bermimpi aneh. Dalam mimpi tersebut, Gede Rasa mengaku menimang bayi berulang kali.

 

“Kalau mimpi begitu biasanya ada cobaan, ternyata ini yang terjadi dibalik mimpi menimang bayi,” jelasnya.

 

Terpisah Seizin Kadis PMD, Kepala Bidang (Kabid) Pemdes I Gusti Ngurah Putu Mastika, S.STP saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah mendengar kabar duka Perbekel terpilih Ketut Daging Arta meninggal dunia.

 

Selanjutnya, Dinas PMD Buleleng akan berkordinasi dengan Camat Kubutambahan, Gede Suyasa untuk menyiapkan Penjabat (PJ) Perbekel desa Bontihing. Regulasi tersebut mengacu pada pasal 4a ayat 1 Permendagri Nomor 66 tahun 2017 perubahan Permendagri Nomor 82 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.

 

“Salah seorang PNS akan ditunjuk selaku PJ Perbekel desa Bontihing untuk mengisi kekosongan jabatan Perbekel terpilih Ketut Daging Arta yang meninggal dunia. Nantu, PJ selama dua (2) tahun kedepan sampai menunggu Pilkel serentak 2021 mendatang,” singkatnya.