NEGARA, balipuspanews.com – Sukses di tingkat Desa Adat juga terjadi di Jembrana. Minggu ada tujuh Bendesa Adat yang dikukuhkan, yakni Desa Adat Banyubiru, Kecamatan Negara, Desa Adat Juwuk Manis, Kecamatan Pekutatan, Desa Adat Kedisan, Desa Adat Sumbul, Desa Adat Yehbuah, Desa Adat Giri Utama, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo dan Desa Adat Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.
Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana, Nengah Subagia berharap agar prajuru selalu bersinergi dengan program Desa Dinas dan menjaga komunikasi yang baik antar prajuru.
“Selalu jaga komunikasi, sinergikan program Desa Dinas dengan Desa Adat serta tak lupa saya ingatkan lagi penerapan prokes di masyarakat,” ujarnya,
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba yang menghadiri pengukuhan itu berpesan kepada seluruh aparat Desa yang hadir agar agar turut mengawal kesejahteraan masyarakat di tingkat rumah tangga.
“Perbekel, Bendesa dan unsur-unsur Desa harus aktif mengawal Masyarakat agar produktif, kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, apalagi bahas gosip-gosip politik yang ujung-ujungnya memecah belah masyarakat, ingatkan masyarakat memanfaatkan lahan rumah dengan tanaman sayuran dan buah,” tandasnya.
Khusus kepada prajuru Desa, Bupati Tamba mengingatkan untuk memberi perhatian pada keamanan dan kebersihan pura.
“Selalu jaga kebersihan Pura, jangan hanya dibersihkan saat mau upacara saja. Tempat ibadah harus selalu bersih. Jangan lupa keamanan Pura, banyak kasus pratima di curi, bila perlu nanti tiap Pura Desa kita isi CCTV,” ujarnya.
Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan



