Perbekel dan Kelian Dinas Diminta Tetap Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Bupati Jembrana I Putu Artha pada sosialisasi tentang pedoman Protokol Normal Baru Desa kepada Perbekel dan Kelian Dinas se-Kecamatan Pekutatan, Senin (3/8)
Bupati Jembrana I Putu Artha pada sosialisasi tentang pedoman Protokol Normal Baru Desa kepada Perbekel dan Kelian Dinas se-Kecamatan Pekutatan, Senin (3/8)

NEGARA, balipuspanews.com- Tatanan kehidupan baru (New Normal) memang sudah diberlakukan. Namun pandemi covid-19 masih belum berakhir sehingga penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan.

Bupati Jembrana I Putu Artha pada sosialisasi tentang pedoman Protokol Normal Baru Desa kepada Perbekel dan Kelian Dinas se-Kecamatan Pekutatan, Senin (3/8), mengatakan berkat dari kerja keras semua pihak Jembrana menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang berhak atas insentif sebesar Rp.14,9 miliar sebagai daerah berkinerja baik dalam penangan pandemi Covid-19.

“Saya mewakili pemerintah kabupaten Jembrana menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkerja dengan keras dalam upaya penangan Covid-19 khususnya para perbekel dan kelian dinas se-Jembrana,” ungkapnya.

Namun keberhasilan itu jangan membuat lengah tetapi justru semain meningkatkan kewaspadaan dengan ancaman virus Covid-19.

“Jadikan prestasi ini penyemangat untuk berkerja lebih keras dan giat dimasa yang akan datang,” tegasnya.

Dengan masih belum berakhirnya pandemi covid-19 dimana penyebaran virus Covid-19 masih meluas penyelenggara pemerintahan di desa akan segera memasuki era baru melalui penerapan Protokol Normal Baru Desa. Ini menjadi sangat penting mengingat desa merupakan garda terdepan dalam pencegahan meluasnya penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Jembrana.

Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat desa yang produktif dan aman dari penularan virus Covid-19 serta untuk meningkatkan dukungan pemerintah desa dan segenap elemen masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di desa serta menciptakan tata kelola desa dalam pencegahan penularan Covid-19 melalui adaptasi pola hidup bermasyarakat dalam tatanan normal baru.

Dalam pelaksanaan penerapan protokol normal baru desa yang dilakukan pemerintah desa dan segenap elemen masyarakat desa dengan prinsip terbuka, sederhana, jelas, dan partisipatif, yang mencangkup protokol pelayanan publik, kegiatan sosial dan keagamaan, pasar desa, kegiatan padat karya tunai desa (PKTD) serta kegiatan tempat wisata.

Untuk itu penerapan protokol normal baru desa, akan berhasil dilaksanakan jika semua pihak dapat bersinergi dengan baik dalam memahami dan melaksanakan kewajibannya secara konsisten diantaranya membersihkan fasilitas umum dengan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan tempat sampah tertutup, menyediakan pos kesehatan.

“Tetap berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten, serta meningkatkan kesadaran warga dalam berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperhatikan instruksi pemerintah terkait Covid-19,” ungkapnya.

Sementara Camat Pekutatan I Wayan Yudana menyampaikan khususnya di Kecamatan Pekutatan sampai saat ini situasi dan kondisi cukup baik dapat dilihat dari tingkat penyebaran Covid-19 yang minim dan tidak terjadi kasus transmisi lokal sehingga di Kecamatan Pekutatan penyebaran dapat dikendalikan dengan baik.

Hal ini dapat terlaksana berkat sinergi yang baik dari pemerintah daerah melalui gugus tugas Kabupaten dengan perangkat-perangkat yang ada di desa guna terus mengedukasi masyarakat di desa masing-masing untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan mulainya Protokol Normal Baru Desa kami akan terus sosialisasikan kepada seluruh masyarakat di Pekutatan,” ujarnya.

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan