Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng, I Made Subur mengalungkan kartu identitas peserta kepada Perbekel Desa Kerobokan Putu Wisnu Wardana.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menginginkan agar Perbekel atau Kepala Desa  terpilih periode tahun 2019-2025 di seluruh Desa dari sembilan Kecamatan Se-Kabupaten Buleleng agar memiliki kecerdasan dan berinovasi dalam upaya memajukan desa masing-masing. Perbekel juga diinginkan agar dapat melaksanakan pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Suradnyana saat memberikan arahan dihadapan 68 Perbekel yang mengikuti Pelatihan Awal Masa Tugas Perbekel Periode 2019-2025. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng, I Made Subur, SH ditandai dengan pengalungan kartu identitas peserta kepada perwakilan Perbekel, Jumat (17/1).

 

Bupati Suradnyana menegaskan Perbekel atau Kepala Desa incumbent maupun newcomer diharapkan mampu memahami regulasi-regulasi desa. Memahami tata cara pembuatan APBDes dan RPJM Desa sesuai dengan tupoksinya merupakan hal yang paling penting dalam menjalankan tugas nantinya. Hal tersebut diinginkan karena para Perbekel inilah nantinya yang menempati barisan terdepan dalam pencapaian visi misi di Kabupaten Buleleng.

 

“Capaian kerja harus terukur, dan parameternya juga jelas. Perbekel harus menyesuaikan dengan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buleleng,” tegasnya.

 

Kadis PMD Made Subur mengatakan, pelatihan ini dilakukan kurang lebih selama empat hari kedepan, dengan tujuan menguatkan kapasitas Perbekel sesuai dengan visi misinya masing-masing. Kewajiban yang harus dipenuhi oleh Perbekel yakni tiga bulan setelah dilantik harus sudah menyusun RPJM Desa. Hal tersebut sangat penting karena akan menjadi landasan pijak dalam rangka membangun  desa selama enam tahun kedepan. Dalam penyusunan RPJM Desa perlu adanya pemahaman agar selama tiga bulan ini dapat terselesaikan.

 

”Kita akan sinkronkan dengan SKPD terkait  penguatan kapasitasnya,” pungkasnya.

 

Pelatihan Perbekel dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diselenggarakan dari tanggal 17-22 Januari 2019. Pelatihan tahap kedua akan dilaksanakan melalui kegiatan in house training yang bertempat di Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.