Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaDenpasarPerdaya Perempuan, Residivis Maling Motor Ditembak

Perdaya Perempuan, Residivis Maling Motor Ditembak

DENPASAR, balipuspanews.com
Sempat menghuni sel tahanan tidak membuat pria berinisial ST,31, kapok melakukan aksi kejahatan. ST kembali diamankan karena diduga mencuri sepeda motor dan hp setelah memperdaya korbannya seorang perempuan berinisial HM,37. Polisi menembak kakinya karena mencoba melawan dan kabur saat ditangkap.

Pencurian ini dilakukan ST di rumah kos korban HM di Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa 25 Oktober 2022 sekira pukul 20.30 wita.

Menurut Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan AKP I Made Putra Yudistira menjelaskan tersangka ST menghubungi korbannya melalui via whatsapp sekira dua pekan lalu. Dalam pembicaraan, korban meminta tersangka datang ke kosnya, pada Senin 24 Oktober 2022 sekira pukul 20.00 wita.

Setelah bertemu, keduanya pergi bersama keluar kos dan baru kembali sekitar pukul 00.30 wita. Di kamar mereka kembali mengobrol dan HM pun tertidur pulas.

Tak disangka, saat itulah tersangka ST beraksi. Dia menggasak hp korban dan membawa kabur sepeda motor Scoopy DK 3963 ADK.

Sekitar pukul 03.30 wita, korban terbangun dan mendapati ST tidak ada di kamar. Perempuan ini kaget hp dan motornya raib. Sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 25 juta dan lapor ke polisi.

BACA :  469 Siswa SMA/SMK di Badung Ikuti Seleksi Paskibraka 2024

Hasil lidik, Polisi berhasil menangkap tersangka ST di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada Rabu 2 November 2022. Karena melawan petugas kepolisian, kaki kananya ditembak.

“Tersangka ST merupakan residivis pencurian sepeda gayung di Polres Jember dengan pidana tujuh bulan penjara,” ujarnya.

Sementara untuk barang bukti hp milik korban sudah diberikan tersangka ke istrinya untuk digunakan. Sedangkan sepeda motor Honda Scoopy sudah dijual seharga Rp 5 juta lewat Market Place media sosial Facebook.

Atas kejahatanya, ST dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Penulis: Kontributor Denpasar 

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular