Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Denpasar Perhatikan Nasib Pekerja, Dewan Bali Godok Perda Ketenagakerjaan

Perhatikan Nasib Pekerja, Dewan Bali Godok Perda Ketenagakerjaan

DENPASAR, balipuspanews.com- Kerja keras Dewan Bali tak henti-hentinya membuat kebijakan yang pro rakyat, kini Dewan Bali menggodok Penyusunan Naskah Akdemik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang ketenagakerjaan dengan kelompok ahli pembangunan Provinsi Bali, kelompok ahli DPRD Provinsi Bali, dan Universitas Udayana untuk menyesuaikan upah yang harus diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang sesuai.

I Nyoman Parta mengatakan bahwa pentingnya membuat Perda ketenagakerjaan di Bali, pasalnya   banyak terdapat masalah ketenagakerjaan di Bali, Perda ini dibutuhkan untuk melengkapi relugasi nasional.

Adapun pentingnya regulasi berupa Perda dibuat, yaitu untuk menentukan sistem pengupahan ketenagakerjaan di Bali yang selama ini pengupahan tenaga kerja di Bali Kabupaten/Kota itu banyak yang tidak mengikuti upah minimum Provinsi. “Padahal upah minimun provinsi sebagai patokan terkecil untuk menyusun upah minimum di kabupaten/kota di Bali,” terang Parta.

Lebih lanjut dirinya memandang pentingnya Perda ketenagakerjaan adalah untuk menjaga hubungan tenaga kerja dengan perusahaan. Banyak ketimpangan terjadi dilapangan,  seperti bentuk kontrak yang panjang, Daily Worker (DW) atau pekerja harian berkepanjangan, pekerja yang tidak dioutsorcingkan tetapi dioutsorcingkan, dan bekerja paruh waktu.

Selain itu, Parta juga mengungkapkan  pentignnya parameter atau nilai angka yang patut diberikan, ketika perusahaan  menentukan besaran jumlah gajih yang diberikan kepada karyawan atau tenaga kerja. Unsur komponen lokal juga ingin  dimasukkan untuk tercapainya  Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Dikaitkan dengan urusan upah, ada faktor sosial budaya yang juga dimasukkan sebagai KHL sehingga upah di Bali lebih baik,” ungkap politisi asal Desa Guang, Gianyar.

Melihat beragamnya jenis pekerjaan yang ada, tentu menjadi untuk menjadikan acuan menentukan upah tenaga kerja perlu diperhatikan. Untuk itu, Parta membedakan dalam membentuk dan mencarikan sistem sektoral, upah sektoral industri kreatif. Beberapa sektoral yang  menonjol di Bali akan dijadikan kekhususan.

“Upah sektoral merupakan upah yang diberikan pada pekerja untuk yang mayoritas pada warganya. Mungkin perkerja pariwisata, pekerja industri kreatif,” tutupnya. (Bud/bpn/tim).

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of