Peringati Hari Raya Idul Adha, DSM Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban di Berbagai Titik dan Sumbangkan 180 Sembako

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Rumah Bakat Anak (RBA) Dompet Sosial Madani (DSM), Denpasar, Jumat (31/7/2020).
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Rumah Bakat Anak (RBA) Dompet Sosial Madani (DSM), Denpasar, Jumat (31/7/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Memperingati Hari Raya Idul Adha, selalu identik dengan adanya pemotongan hewan kurban.

Namun, berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya, Hari Raya Idul Adha 1441 Hijiriah/2020 Masehi kali ini diperingati di tengah pandemi Covid-19.

Dompet Sosial Madani (DSM) salah satunya. Kendati di tengah pandemi Covid-19, lembaga itu tetap melaksanakan pemotongan hewan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan.

Manager DSM, Nur Sholeh mengiyakan adanya perbedaan pelaksanaan kurban di tengah pandemi Covid-19 kali ini dari tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu, pihaknya lebih banyak mendistribusikan hewan hidup.

Sementara saat Idul Adha tahun ini, DSM akhirnya membuat beberapa titik sentra penyembelihan dan distribusinya lebih banyak dalam bentuk daging.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, daging yang disalurkan tidak hanya yang mentah saja, melainkan ada yang dikirim dalam bentuk masakan.

“Kalau yang seperti di kos-kos kita kirim lewat masakan karena belum tentu kita kasi daging dan nanti bisa ngolah,” ungkapnya, saat ditemui di Rumah Bakat Anak (RBA) DSM, Denpasar, Jum’at (31/7/2020).

Pada perayaan Idul Adha kali ini juga pihaknya mendistribusikan sekitar 180 paket sembako yang disalurkan ke berbagai titik yang tidak terjangkau penyebaran daging di Kota Denpasar, terkhusus untuk lapak-lapak pemulung.

“Ada beberapa lapak pemulung yang tahun lalu berkurban, tahun ini endak mampu berkurban karena kondisi ekonominya yang berubah. Akhirnya kita support pakai sembako,” katanya.

Nur Sholeh menyebutkan, secara keseluruhan, ada sebanyak 470 pekurban yang menyumbangkan hewan kurbannya ke DSM dalam perayaan Idul Adha tahun ini.

Dimana, ia menambahkan, jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 30 persen jika dibandingkan Idul Adha tahun sebelumnya.

Dirinya memperkirakan, peningkatan tersebut terjadi lantaran sebagian lembaga tidak melakukan pemotongan akibat adanya pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), sehingga pekurban menyalurkan hewan kurbannya lewat DSM.

“Pertimbangan kita kemarin itu menyediakan sapi paling targetnya 30 ekor ternyata sudah jauh banget,” akunya.

Selain itu, meningkatnya penyaluran hewan kurban ke DSM diperkirakan karena adanya kebijakan penundaan naik haji di tengah pandemi Covid-19.

Dijelaskan olehnya, bagi mereka yang hendak berangkat haji, biasanya sudah mempunyai dana khusus untuk selamatan dari keluarganya naik haji sampai kepulangannya tiba.

Namun dikarenakan pelaksanaan naik haji ditunda, dana yang mereka miliki diperkirakan dipakai untuk membeli hewan kurban.

“Itu kemungkinannya, jadi ada perubahan, yang biasanya untuk hajatan berubah menjadi kurban semakin banyak,” terangnya.

Terkait harga, Nur Sholeh memprediksi bahwa harga hewan kurban mengalami penurunan di masa pandemi Covid-19, terlebih banyak masyarakat yang kemampuan daya belinya berkurang.

Namun ternyata, harga hewan kurban sapi justru meningkat dibandingkan Idul Adha sebelumnya. Sedangkan, harga hewan kurban kambing masih relatif stabil dan tidak banyak terjadi perubahan.

Sementara itu, Nur Sholeh mengungkapkan bahwa DSM melaksanakan pemotongan hewan kurban di berbagai titik, bahkan sampai ke luar Bali.

Dirinya menyebutkan, di Bali sendiri pihaknya melakukan pemotongan hewan kurban di Karangasem, Buleleng, Jembrana dan Denpasar.

Sementara pemotongan hewan kurban di luar Bali di antaranya di Kupang dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT); Bima dan Desa Dayan Peken, Nusa Tenggara Barat (NTB); serta di Jember, Jawa Timur.

“Nah itu titik-titiknya. Kenapa kita buat titiknya, karena stok SDM kita ada di beberapa titik. Kemudian asal hewannya, supaya tidak ada distribusi terlalu lama di hewan,” ungkap Nur Sholeh.

Dirinci olehnya, masing-masing titik memotong hewan kurban dalam jumlah yang berbeda-beda, seperti di Karangasem dipotong 22 kambing dan 8 sapi; Buleleng memotong 9 sapi dan 8 kambing; di Jembrana disembelih 7 sapi dan 18 kambing serta di Denpasar dipotong 97 kambing dan 12 ekor sapi. Sementara di luar Bali pihaknya memotong 9 sapi dan 4 kambing di NTT, 5 sapi dan 3 kambing di NTB serta 51 ekor domba di Jember, Jawa Timur.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan