Kegiatan sosialisasi oleh Yayasan Bali Samsara terkait P4GN dengan mengundang BNN Provinsi Bali di SMP Dharma Wiweka, Sabtu (1/8/2020).
Kegiatan sosialisasi oleh Yayasan Bali Samsara terkait P4GN dengan mengundang BNN Provinsi Bali di SMP Dharma Wiweka, Sabtu (1/8/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Perkara narkoba memang tidak ada habisnya. Keberadaan narkoba atau narkotika dan obat-obatan di kalangan umum menjadi kian meresahkan, bahkan mulai mengancam ke para penerus bangsa, yakni para pelajar.

Berangkat dari hal tersebut, serta dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 RI, Yayasan Bali Samsara dan PBM Desa Pemogan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di SMP Dharma Wiweka, Sabtu (1/8/2020).

Pada kegiatan ini, menghadirkan Ketua Yayasan Bali Samsara, I Made Dharmayasa; Kepala Desa Pemogan Denpasar, I Made Suwirya serta Kepala SMP Dharma Wiweka Denpasar, I Nyoman Mariana.

Sosialiasi terkait P4GN disampaikan langsung dari pihak BNN Provinsi Bali, AKBP I Ketut Suandika, S.H dan AKBP Purna Ni Nyoman Sukerni, S.H.

Sosialisasi ini dimulai pada pukul 08.30 Wita dan peserta dari sosialisasi ini yakni OSIS SMP Dharma Wiweka yang berjumlah sebanyak 21 siswa.

Kepala SMP Dharma Wiweka, I Nyoman Mariana mengatakan, terpilihnya 21 siswa OSIS itu mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga harus menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak dan mengurangi kerumunan. Selain itu, sosialisasi ini pun dilaksanakan tidak lebih dari 2 jam.

“Karena Covid-19 maka yang terlibat OSIS dengan jumlah 21 orang. Pihak sekolah memilih OSIS karena dinilai menjadi ujung tombak ke teman-temannya, dapat menyebarkan ilmu yang didapat hari ini terkait apa sebenarnya narkoba itu, apa saja dampaknya, dan nanti bisa menggalakkan ke seantero sekolah,” ujar Mariana.

Mariana juga menyampaikan rasa bangga, syukur, serta ucapan terima kasihnya kepada Yayasan Bali Samsara karena telah menunjuk SMP Dharma Wiweka untuk pertama kalinya diberikan sosialisasi terkait P4GN.

“Warga sekolah serta saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Bali Samsara karena telah menunjuk SMP Dharma Wiweka yang pertama kali menerima sosialisasi ini. Sosialisasi ini sebagai pondasi bagi generasi bangsa dengan memahami apa itu narkoba, agar kedepannya anak-anak penerus kita bisa menimbang agar tidak terjerumus ke penggunaan narkoba,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pemogan, I Made Suwirya menyampaikan, karena Desa Pemogan terletak di daerah pariwisata, sangat rentan terjerumus penggunaan narkoba. Hal itu dikarenakan pengaruh eksis pergaulan yang luar biasa.

“Tapi kita tidak berkecil hati, kemarin kita sudah melakukan action. Mulai dari daerah sendiri, dalam hal ini mulai dari SMP Dharma Wiweka sendiri,” katanya.

Suwirya mengungkapkan, sosialisasi ini tidak hanya digencarkan ke sekolah-sekolah, tapi nantinya juga akan digalakkan ke karang taruna. Selain itu juga digalakkan melalui road show ke sekaa taruna yang ada di Desa Pemogan.

Pihaknya juga menyebutkan, melalui relawan anti narkoba yang sudah dibentuk, kegiatan ini akan secara rutin dilakukan untuk mencegah adanya peredaran gelap narkoba.

“Kepada adik-adik siswa saya berpesan agar sosialisasi yang disampaikan ditelaah dan diamalkan dengan baik, sehingga dapat menjadi generasi cerdas yang mampu bertanggung jawab. Mari Pedungan dan Pemogan harus bersih dari narkoba, itulah tujuan kita,” tuturnya.

Ketua Yayasan Bali Samsara, I Made Dharmayasa mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi P4GN di SMP Dharma Wiweka karena sekolah tersebut merupakan satu kelurahan dimana mengingat Pedungan dan Pemogan menjadi satu. Kemudian karena adanya pemekaran, maka terbentuk dualah.

“Bagi saya itu sama saja. Selain itu, sosialisasi ini juga dilakukan untuk memperingati HUT ke-75 RI Indonesia maju. Jadi penting bagi saya untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencerdaskan kembali daya pikir anak sekolah agar tahu bagaimana bersikap mengenai narkoba,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa dirinya ingin agar SMP Dharma Wiweka menjadi sekolah pertama yang mendapat predikat bersinar di Denpasar Selatan.

“Mengingat jasa bapak saya, selaku pendiri Yayasan Dharma Wiweka, sebagai anaknya saya ingin meneruskan jasa beliau menjadikan Yayasan Dharma Wiweka bersinar di Kota Denpasar,” ungkapnya.

Dharmayasa menyebutkan, seusai kegiatan, pihaknya berkoodinasi dengan sekolah akan melantik satgas anti narkoba di SMP Dharma Wiweka agar nantinya kegiatan serta sosialisasi terkait P4GN berlangsung secara berkesinambungan.

“Berkesinambungan di sini maksudnya sosialisasi dari OSIS ke siswa lainnya berlanjut. Sehingga pemantauan bersinar, bersih dalam narkoba itu dapat dijalankan di sekolah ini,” harapnya.

Selain itu pihaknya juga berharap, melalui sosialisasi ini SMP Dharma Wiweka dengan anak didiknya dapat bersinar. Sehingga dengan itu semua dapat menjadikan Indonesia maju yang dimulai dari Bali.

“Kegiatan ini akan kita diskusikan kembali ke perbekel, karena kegiatan ini juga salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh Perbekal Desa Pemogan melalui Yayasan Bali Samsara. Bulan Juni kemarin, Desa Pemogan mendapatkan penghargaan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional), nah inilah salah satu bentuk nyatanya dengan melakukan sosialisasi. Setelah melakukan road show nanti, kita akan menuntaskan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Desa Pemogan, bila itu berjalan lancar, tidak menutup kemungkinan kita menyasar sekolah di luar Denpasar,” paparnya.

Facebook Comments