Peringati Hut MA dan Kemerdekaan RI, PN Denpasar Gelar Lomba Karya Jurnalistik

Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, H. Sobandi (dua dari kiri) didampingi Wakil I Wayan Gede Rumega (paling kiri) dan panitia lomba karya jurnalistik.
Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, H. Sobandi (dua dari kiri) didampingi Wakil I Wayan Gede Rumega (paling kiri) dan panitia lomba karya jurnalistik.

DENPASAR, balipuspanews.com – Peringatan hari Jadi Mahkamah Agung (MA) dan HUT RI ke – 75 di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar tahun 2020 ini memberikan ruang khusus kepada kalangan jurnalis. PN pimpinan Dr. H. Sobandi, SH., MH itu mengisi hari jadi dengan menggelar lomba Karya Jurnalistik.

Hal ini disampaikan Ketua PN Denpasar Dr. H. Sobandi, saat menggelar Media Gathering di kantor PN Denpasar, Rabu (12/8/2020).

Sobandi, mengatakan, alasan digelarnya lomba karya jurnalistik selain karena memperingati Hut MA dan Kemerdekaan, lomba ini sebagai gambaran melihat Kota Denpasar sebagai Ibu kota dari Provinsi Bali, dimana Bali dikenal sebagai daerah tujuan wisatawan, orang lebih mengenal Bali daripada Indonesia, tentu banyak kunjungan wisata domestik atau internasional ke Bali tentunya Denpasar sebagai central acuannya Bali.

“Ingin memberi gambaran kepada dunia bahwa Pengadilan di Indonesia baik dan bagus khususnya di Bali dan Pengadilan Negeri Denpasar,” jelasnya.

Selama memberikan pelayanan di PN Denpasar ini untuk para terdakwa Warga Negara Asing, pihaknya juga memfasilitasi dengan menyediakan pendamping translator (penerjemah bahasa) untuk memudahkan dalam berkomunikasi.

Sobandi menambahkan, perkara di PN Denpasar, baik perdata maupun pidana, kurang lebih 10 persennya merupakan para terdakwa adalah warga negara asing. Berdasarkan data sejak 2017-2020 sebanyak 500 orang terdakwa sudah dihukum.

“Saya yakin kasus seperti ini hanya terjadi di Pengadilan Negeri Danpasar, daerah lainnya tidak sebanyak di PN Denpasar,” paparnya didampingi Wakil Ketua Pengadilan I Wayan Gede Rumega.

Dengan mengangkat tema “Pengadilan Negeri Denpasar Sebagai Penomena Jendela Peradilan di Mata Dunia”, Sobandi berharap melalui lomba karya jurnalistik ini bisa mendapatkan kritik maupun saran atas kinerja dari apa yang dilakukan selama ini, melalui tulisan-tulisan kritis jurnalis yang selama ini kesehariannya meliput acara-acara persidangan.

Sementara Ketua Panitia Lomba Rofiqi Hasan mengatakan, kategori yang dilombakan dalam karya jurnalistik yaitu features di media online atau cetak, lomba foto maupun Video story.

Terkait waktu, lanjut Rofiqi, pengumpulan larya dimulai dari tanggal 10 hingga 26 Agustus 2020, penjurian akan dimulai 27 sampai 29 Agustus, dan pemenang lomba akan diumumkan pada akhir Agustus.

Adapun penilaian akan dilakukan tim juri dari wartawan yang kompeten dibentuk PN Denpasar, dan penilaian yang dinilai dari karya jurnalistik seperti akurasi, nilai berita dan kesesuain tematik.

“Kami harap karya-karya nanti bersifat obyektif, bisa mewawancarai pengacara, pengamat, maupun terdakwa secara langsung,” harapnya.

Selain itu, mengenai syarat untuk peserta yaitu, peserta adalah wartawan tetap atau freelancer yang tinggal di Bali, peserta dapat mengirim maksimal 3 karya, karya jurnalistik yang diikutsertakan adalah karya dari 26 Agustus 2019 hingga 26 Agustus 2020. Selanjutnya Karya sudah dimuat dimedianya atau difasilitasi untuk dimuat di media Partner lomba kanalbali.id atau chanel YouTube PN Denpasar untuk video story.

Selain itu, kata Rofiqi, features di media cetak atau online minimal 3000 karakter dengan dua foto pendukung, untuk foto dikirim minimal 1 MB, bisa tunggal atau foto story dilengkapi caption, dan untuk video minimal berdurasi 3 menit dan siap tayang.

Untuk teknis pengumpulan karya paling lambat bisa dikirim paling lambat 26 Agustus dilakukan dengan mengirimkan email [email protected]

“Hadiah lomba lumayan besar, Juara pertama 4 juta rupiah untuk masing-masing kategori untuk tiga orang pemenang, juta kedua sebesar tiga juta untuk masing masing katagori untuk tiga orang, dan juara ketiga sebesar 2 juta rupiah untuk masing-masing kategori untuk tiga orang. Sedangkan juara harapan mendapat 1 juta untuk 3 orang peserta, untuk masing-masing katagori 9 orang,” pungkasnya mengakhiri.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan