Rabu, Juni 3, 2026

Peringati Lahirnya Pancasila, di Penarukan 187,1 Kg Sampah Anorganik Dibersihkan Dari Sungai

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Cara yang berbeda dalam memperingati hari lahirnya Pancasila dilakukan di Kelurahan Penarukan, Buleleng. Disana lurah hingga masyarakat ditambah dari Sungai Watch Station Buleleng melaksanakan gotong royong bersih-bersih di daerah aliran sungai (DAS) tepatnya di Jalan Setiabudi, Lingkungan Satria dan berhasil kumpulkan 187,1 Kilogram sampah anorganik.

Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya bersih-bersih fisik, tetapi juga menjadi momentum edukasi bagi warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Lewat kolaborasi dengan Sungai Watch dan Krama Subak Yeh Taluh adalah bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.

“Semoga dengan kegiatan gotong-royong ini, warga di seputaran Penarukan semakin sadar tidak buang sampah sembarangan. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Sungai Watch yang sudah begitu peduli dan berpartisipasi,” jelasnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kelurahan Penarukan akan terus melibatkan desa adat, banjar se-Kelurahan Penarukan, Krama Subak, dan warga sekitar dalam program edukasi menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami juga akan memasang spanduk sesuai instruksi pemerintah dan berupaya bersama Desa Adat untuk menyiapkan CCTV,” ujar Susanti.

BACA :  Peringatan Hari Lahir Pancasila, Denpasar Perkuat Kolaborasi dan Kebersamaan

Sementara itu, Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, menjelaskan bahwa Sungai Watch memiliki dua tipe aksi bersih-bersih. Pertama, pemasangan jaring dan patroli rutin. Kedua, aksi clean up seperti yang dilakukan pada Senin pagi ini. Untuk di Kelurahan Penarukan, Sungai Watch telah memasang dua jaring. Dari jaring tersebut, rata-rata didapatkan sekitar 20 kilogram sehari. Pemasangan jarring membantu aliran air sawah dan subak agar tetap bersih dan tidak tercampur sampah.

“Kami siap berdiskusi lebih lanjut dengan Krama Subak jika dibutuhkan penambahan jaring sampah,” ungkap Duta Dharma.

Lebih lanjut, Duta Dharma mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah. Sampah organik bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Sedangkan, sampah anorganik bisa dikelola menggunakan jasa angkutan sampah dari desa atau kelurahan.

“Kalau sudah ada aturan dari Pergub atu Perda tentang pengelolaan sampah di Bali, tolong aturan itu ditaati demi lingkungan kita yang lebih bersih,” pesannya.

Ia pun menyampaikan kesiapannya dalam membantu program-program pengelolaan sampah khususnya gerakan bersih-bersih atau gotong royong. Pihaknya pun menyadari masih ada warga yang membuang sampah sembarangan.

BACA :  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Semangat Ngayah Krama dalam Karya Nyawa Wedana Utama di Ungasan

“Mungkin masih ada bapak-bapak yang nakal. Tapi kalau ada perlu kegiatan gotong-royong lagi, kami siap membantu, entah itu di sungai, pangkung, atau lembah. Yang penting ada tumpukan sampah, kami siap bantu,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma 
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular