Korban Arca menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng.

SAWAN, balipuspanews.com — Gede Arca (30) asal Banjar Dinas Kanginan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, mengalami luka cukup serius dibagian perut hingga ususnya terburai setelah terlibat perkelahian melibatkan dua kelompok pemuda di SPBU Giri Emas, Jumat (28/2) sekitar pukul 19.30 WITA.

 

Informasi dihimpun, kondisi korban Arca kritis. Saat ini, korban masih menjalani operasi di RSUD Buleleng.

 

“Kondisi korban Arca kritis, dan saat sedang menjalani operasi. Korban mengalami luka tusuk dibagian perut. Informasi awal itu, melalui telepon sekitar pukul 21.15 WITA. Katanya, tiga orang warga kami terlibat perkelahian dengan kelompok pemuda desa Giri Emas. Mereka yakni, Gede Arca, Komang Pujayasa (26), dan Gede Adi Darmawan (17). Apa masalahnya, saya tidak tahu,” singkat Kepala Dusun (Kadus) Kanginan, I Komang Dena Sutarka saat ditemui di Mapolsek Sawan, Sabtu (29/2) sekitar pukul 01.00 dinihari.

 

Sementara, Kadek Mertadana selaku Kadus Dangin Yeh, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan saat ditemui di Mapolsek Sawan membenarkan telah terjadi perkelahian melibatkan kelompok pemuda desa Giri Emas dengan Desa Bila.

 

Meski begitu, ia pun mengaku tak tahu menahu duduk perkara perkelahian berujung penusukan menimpa korban Arca.

 

“Duduk perkaranya apa, saya tidak tahu. Informasi awal itu, warga kami bernama Wayah Sudiksa alias Ogoh sempat saling tantang di HP (handphone), sebelum akhirnya Ogoh berkelahi dengan orang dari desa Bila di SPBU Giri Emas,” terangnya.

 

Mendengar kabar tak sedap tersebut, ia pun langsung meluncur ke SPBU Giri Emas, dimana saat itu SPBU sudah tutup dengan kondisi gelap gulita.

 

“Saat tiba di SPBU, mereka sudah saling baku hantam. Coba melerai, malah saya kena jotos. Namun, perkelahian berhasil dihentikan dan kedua kelompok sudah sepakat damai. Mereka langsung bubar,” jelasnya.

 

Nah, beberapa menit kemudian, Kadus Mertadana pun mendengar teriakan minta tolong.

 

“Persisnya di depan RS Pratama (timur SPBU Giri Emas). Ternyata, korban Arca bersimbah darah, mengerang kesakitan sambil memegang perut. Darah korban bercucuran dibagian perut,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RS Pratama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Buleleng.

 

Terpisah, seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Sawan AKP Gusti Kade Alit Murdiasa saat dikonfirmasi mengaku sudah mengamankan pelaku penusukan perkelahian melibatkan kelompok pemuda antar desa tersebut.

 

Namun, Kapolsek Alit belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, polisi saat ini masih melakukan pengembangan kasus penusukan tersebut.

 

“Sudah, terduga pelaku merupakan calon tersangka penusukan sudah kami amankan. Ya, kondisi korban masih kritis, karena usunya terburai. Terduga pelaku sementara satu orang. Ditusuk pakai taji. Motif belum, saat ini kami masih sedang melakukan pengembangan kasus ini,” tandasnya.