Para pelajar yang nyaris bentrok masal dikumpulkan di Mapolres Klungkung
Para pelajar yang nyaris bentrok masal dikumpulkan di Mapolres Klungkung
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Jajaran Polres Klungkung melalui Sat Reskrim Polres Klungkung memanggil dan mengumpulkan para pelaku perkelahian pelajar serta orang tua dan Guru tempat pelaku belajar di Klungkung.

Mediasi dan pembinaan yang digelar pihak Reskrim Polres Klungkung ini terkait dengan makin meresahkannya kasus perkelahian yang melibatkan pelajar.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan,SH. Menurutnya seuai dengan pemberitaan adanya  dua kelompok pemuda dari Desa Delod Yeh, Kecamatan Sidemen dan asal Desa Besan, Dawan yang  nyaris terlibat bentrok di Desa Manduang, Klungkung, Sabtu malam (13/10) lalu.

Beruntung masyarakat dapat mencegah bentrokan pelajar tersebut, dan mengamankan remaja yang didominasi siswa SMP dan SMA tersebut ke Balai Banjar setempat. Lebih jauh disebutkan Mirza kejadian ini terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu masyarakat di Desa Manduang merasa curiga, karena kumpulan remaja ramai-ramai konvoi motor saat malam hari.

“Masyarakat curiga, karena malam-malam ada gerombolan anak-anak melintas di desa Manduang,” sebutnya.

Warga yang curiga lalu mengikuti gerombolan remaja tersebut, dan ternyata mereka berkumpul di jembatan perbatasan antara Desa Manduang, dan Desa Aan. Gerombolan remaja yang didominasi siswa SMP dan SMA ini, terbagi menjadi dua kelompok. Mereka sengaja berkumpul di lokasi tersebut, karena sepi dan rencananya akan menjadi lokasi untuk berkelahi.

“Mereka belum sempat memulai perkelahian, dan warga sekitar sigap dengan mengamankan anak-anak tersebut,” beber Mirza Gunawan.

Puluhan remaja tersebut lalu lari tunggang langgang saat diamankan petugas. Sekitar 13 remaja, berhasil diamankan polisi dan warga dan dibawa ke Balai Banjar. Sementara beberapa anak lainnya berhasil kabur. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, warga lalu melaporkan kasus keributan tersebut ke Polsek Klungkung.

13 remaja ini lalu digiring ke Polsek Klungkung untuk dimintai keterangan. Bahkan ada anak-anak yang masih berusia 12 tahun, yang juga dimankan kepolisian. Dari hasil interogasi, dua kelomopok remaja berbeda desa ini memang hendak bentrok. Pemicunya hal sepele, karena masalah ejek-ejekan di sekolah.

Masalah ini bermula ketika I Ketut WAG (16) asal Desa Besan, saling ejek dengan I Putu APG (15) asal Desa Delodyeh, Sidemen. Keduanya bersekolah disalah satu SMK Swasta di Klungkung. Karena saling tidak terima,  mereka sepakat untuk berduel.

I Ketut WAG (16) dan Putu APG (15) membawa serta teman-teman di desanya masing-masing ketika akan berduel. Awalnya disepakati duel dilakukan setra Paksebali, Dawan. Hanya saja karena ramai, duel disepakati berpindah ke jembatan Desa Manduang.

Beruntung warga dengan cepat menggrebek remaja tersebut, sebelum memulai perkelahian.

“Saat ini kasusnya tengah ditangani Polres Klungkung,” jelas Suparta. Sementara orang tua dari dua kelompok remaja tersebut sempat mendatangi Polres Klungkung, Minggu (13/10) lalu. Karena anak-anak mereka harus menginap di Kantor Satreskrim Polres Klungkung, karena harus menjalani pemeriksaan. Karena kasus ini melibatkan anak-anak dibawah umur.

“Kasusnya setelah kita dalami kasus anak muda tersinggung lalu ngajak duel, dan hari ini Senin (14/10) kita gelar mediasi yang melibatkan semua orang tua para remaja termasuk Guru tempat dia belajar dan kita suruh membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan. (Roni/bpn/tim)