Denpasar, balipuspanews. com -Pelaku pemerkosa dan penganiaya dua perempuan di rumah kos Kubu Satrya di Jalan Merdeka Raya tepatnya dibelakang RS Siloam, Kuta, Rabu (31/10) dinihari lalu, berhasil ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar. Setelah seminggu diburu, pelaku bernama Breni ditangkap di tempat persembunyiannya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/11) lalu, dan kedua kakinya terpaksa ditembak karena melawan petugas.

Penangkapan terhadap tersangka Breni di Surabaya dilakukan Tim Resmob Polresta Denpasar, setelah menerima informasi kasus perkosaan terhadap seorang perempuan DMS (30) diduga pacarnya sendiri. Kasus perkosaan terjadi, Rabu (31/10) sekitar pukul 02.00 dinihari, ketika pria ini mendatangi rumah kos DMS dengan maksud untuk meminta maaf karena sudah menganiaya korban.

Perempuan asal Lampung yang sudah kadung sakit hati karena dianiaya, tidak mau memaafkan tersangka dan meminta hubungannya putus. Akibatnya, tersangka Breni kalap dan mengambil gunting serta mengancam akan membunuh korban.

Mirisnya, tiba tiba saja tersangka Breni berniat memperkosa korban. “Dibawah ancaman gunting, tersangka menyetubuhi korban secara paksa. Usai memperkosa tersangka kabur,” beber sumber dilapangan.

Tidak hanya memperkosa korban, sebelumnya tersangka juga menganiaya SD, seorang perempuan penghuni kos asal Sumenep Jawa Timur, Selasa (30/10) sekitar pukul 21.30 Wita lalu. Belum diketahui motif penganiayaan tersebut, namun korban dianiaya persis di pelataran parkir kos dengan cara ditampar dan ditendang.

Sementara itu, penangkapan tersangka Breni di Surabaya Jawa Timur dibenarkan Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Senin (11/11). Dia mengatakan tersangka sudah ditangkap dan kini masih menjalani pemeriksaan. Saat ditanya kedua kaki tersangka ditembak, Kompol Arta enggan menjawabnya dan mengatakan kasus ini akan dirilis hari ini, Senin (12/11).

“hari ini dirilis, sabar ya,” ungkap mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Sementara dari pengamatan di mapolresta Denpasar, Jumat (9/11) lali, usai ditangkap di Surabaya dan dikeler ke Mapolresta Denpasar, tersangka Breni dibopong dua anggota buser dengan kaki pincang akibat kakinya ditembus peluru tajam. PL