Persentase Kesembuhan Covid-19 di Bali Capai 80,76 Persen

Perkembangan Kumulatif Covid-19 di Bali, Minggu (6/9)
Perkembangan Kumulatif Covid-19 di Bali, Minggu (6/9)

DENPASAR, balipuspanews.com – Perkembangan Covid-19 di Bali terus mengalami peningkatan, karena jumlah pasien sembuh yang kian bertambah. Hari ini, Minggu (6/9), sebanyak 90 orang dinyatakan sembuh oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, sehingga sesuai persentase kesembuhan mencapai 80,76 persen.

Sesuai data terhimpun, jumlah pasien yang berhasil disembuhkan di pulau dewata Bali secara kumulatif mencapai 5.017 orang.

Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang juga Sekda Provinsi Bali juga menyampaikan penambahan kasus positif Covid-19 juga mengalami penambahan sebanyak 141 orang yang disebabkan karena transmisi lokal. Sehingga secara kumulatif pasien yang positif terpapar Covid-19 mencapai 6.212 orang.

“Sedangkan saat ini pasien positif yang masih dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 1.090 orang yang dirawat di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega, dan BPK Pering,” jelasnya.

Sedangkan untuk kasus meninggal di Bali akibat terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) kembali bertambah 7 orang. Dengan demikian jumlah kumulatif berjumlah 105 orang, dengan persentase kematian sebesar 1,69 persen.

Kendatipun jumlah pasien yang sembuh tergolong tinggi, perlu diketahui sebanyak 93,53 persen kasus yang terkonfirmasi positif dialami WNI adalah melalui transmisi lokal. Hal ini berarti masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya pencegahan Covid-19 seperti mencuci tangan pada air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencegah kerumunan.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.

“Untuk itu, marilah kita laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian,” ajak Dewa Indra.

Melihat perkembangan pandemi ini, maka Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

“Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan Disiplin melaksanakan protokol kesehatan, dimana saja, kapan saja,” pungkas Dewa Indra.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan