Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.Park., (dua dari kanan) beserta dosen.
Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.Park., (dua dari kanan) beserta dosen.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR TIMUR, balipuspanews.com– Universitas Warmadewa kembali membuka program studi (Prodi) baru pertama di Bali dengan Sistem Pendidikan Vokasi yaitu Sistem Informasi Akutansi.

Rekto Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.Park., mengatakan,  Pendidikan Vokasi belum ada yang memiliki di kampus-kampus negeri maupun swata di Bali. Melalui sistem pendidikan yang pendidikan banyak memberikan praktik, pendidikan vokasi memiliki kurikulum muatan 70 persen skill dan  30 persen ilmu.

Widjana mengungkapkan pihaknya optimis dengan Prodi baru ini, berkaca dari penerimaan mahasiswa dari sebelumnya hampir tiap tahun meneriman rata- rata per tahun 3 ribu mahasiswa. Dengan ditambahnya Prodi baru yang memiliki prosfek tinggi terhadap lulusannya nanti.

Ditahun pertama, lanjut Widjana, pihaknya akan membuka dua kelas, masing-masing kelas akan diisi 40 mahasiswa. Dengan terbatasnya jumlah tersebut, diharapkan masyarakat memanfaatkan peluang untuk bisa menempuh pendidikan vokasi di Unwar.

“Kami berharap masyarakat memiliki
motivasi tinggi pada Prodi baru ini, semoga masyarakat bisa menggunakan kesempatan emas ini, agar bisa menjadi lulusan siap kerja dan diserap di perusahaan swasta maupun pemerintahan,” katanya belum lama ini saat ditemui di kampus Warmadewa.

Dalam kesempatan sama Ketua Prodi Sistem Informasi Akutansi Ir. Pariutama Westra mengatakan, didirikannya Prodi baru ini guna menjawab tantangan global, menyongsong era industri 4.0.

Lebih jauh Westra mengungkapkan bahwa peluang para lulusan DIII nanti lebih tinggi dibandingkan dengan menempuh pendidikan S1 non vokasi.

Dengan berbasis sistem informasi, memang sudah waktunya mengikuti perkembangan yang serba menggunakan teknologi informasi. Selama ini sistem akutansi masih manual.

Untuk para lulusan Sistem Informasi Akutansi banyak dibutuhkan baik di pemerintahan maupun perusahaan swasta. Selama ini banyak kekurangan lulusan teknologi informasi akutansi. Namun belum banyak yang perguruan tinggi yang menamatkan akutansi dengan sistem informasi.

Sistem Informasi Akutansi memiliki keunggulan dari segi waktu kuliah lebih singkat dibandingkan kuliah mengambil S1 non vokasi.

“Sistem Informasi Akutansi hanya sampai DIIII, pendidikan lebih singkat, nantinya lulusan bergelar Ahli Madya dan setelah tamat bisa langsung bekerja,” tegasnya.

Tak sebatas DIII saja, lulusan yang ingin melanjutkan S1 juga bisa  melanjutkan keakuntansi perpajakan  maupun S1 Akutansi.  Bisa pula melanjutkan pada jenjang sarjana terapan.

Banyak yang mengatakan sistem  cenderung banyak yang menginginkan sarjana. Padahal nantinya akan melahirkan sarjana yang belum mendapat pekerjaan.

“Kalau mau bekerja ya kuliah vokasi, lulusannya sudah memiliki keterampilan khusus. Seperti halnya SMA dengan SMK,”imbuhnya.

Beberapa kemudahan juga diberikan bagi mahasiswa yang mendaftar di prodi ini, dari segi biaya pendidikan akan diberikan diskon yaitu pendaftaran ditahun pertama dan biaya semester pertama total Rp6,9 juta dan untuk semester berikutnya hanya Rp3,5 juta. Jauh lebih murah dari biaya di S1.

Pendaftaran untuk gelombang I masih dibuka hingga 27 Juni dan gelombang II dibuka pendaftaran 8 Juli – 1 Agustus 2019. (bud/bpn/tim).