Jos Darmawan pemilik Vintage Car yang merasakan langsung dampak dibukanya pariwisata Bali untuk Wisdom
Jos Darmawan pemilik Vintage Car yang merasakan langsung dampak dibukanya pariwisata Bali untuk Wisdom

DENPASAR, balipuspanews.com – Kebon Vintage Car milik Jos Darmawan yang mengoleksi mobil tua dijalan Tegal Harum Biaung, Denpasar Timur langsung “kebanjiran” pengunjung begitu Pemprov Bali membuka pariwisata Bali untuk wisatawan Domestik (Wisdom).

“Gaung dari pemerintah sangat kencang. Hari pertama sangat terasa, dari pagi sampai sore penuh tempat kami dari pengunjung, sampai kewalahan melayani,” kata Jos Darmawan, Sabtu (1/8/2020).

Disebut pria penghobi mobil tua ini, sangat merasakan sekali dampaknya begitu Bali dinyatakan dibuka untuk wisatawan domestik, ditempatnya mulai berdatangan pengunjung baik secara pribadi maupun komunitas mobil.

Dirinya menilai, para pecinta mobil tua ini atau pengunjung yang datang melepas kejenuhan sejak lima bulan semenjak Covid-19 menyebar aktivitas pariwisata di Bali kocar- kacir sangat dirasakan karena Bali bergantung dari sektor tersebut.

Ia mendengar kabar bahwa turis mulai berdatangan, memang dibuka wisata era baru, bisa membuat semangat baru di Bali yang sejak lima bulan terpuruk, disamping pemerintah memberi dukungan lebih dan bekerja keras untuk mengembalikan perekonomian Bali khususnya sektor Pariwisata.

Pihaknya berharap dengan dibuka Bali era baru ini, dengan ada perubahan misalnya pesawat terbang dengan kapasitas terbatas menjadi kendala, karena harganya tiket pasti naik, semoga pemerintah bisa mensubsidi harga tiket, begitupula dengan biaya rapid test yang selama ini ditanggung secara mandiri.

“Semoga dengan dibuka kunjungan domestik, ada perubahan. Jangan sampai dibuka namun tidak ada yang berubah melihat dampak pandemi yang dirasakan oleh dunia. Kita berharap kota lain bisa berkunjung ke Bali,” tuturnya.

Terkait protokol kesehatan dirinya juga sangat setuju agar tetap diterapkan dengan baik dan ditaati agar tidak membawa klaster baru akbibat Wisdom yang datang ke Bali.

Kata Jos, di Kebon Vintage sendiri protokol kesehatan sangat ketat sekali semenjak Bali dinyatakan bahaya Covid-19. Protokol kesehatan sejak 3 bulan lalu sudah dijalankan dan sekarang disediakan seperti tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan dua kali sehari, cek suhu tubuh, buku tamu, jaga jarak meja, peringatan dibuatkan sepanjang jalan.

“Semoga dengan fasilitas yang disediakan disini bisa merubah kebiasaan lama dan terbiasa dengan kebiasaan baru,” ujar Jos.

Terkait izin berupa sertifikat yang ditetapkan pemerintah, pihaknya setuju dan akan mengikuti apapun kebijakan yang dilakukan pemerintah demi keselamatan bersama.

“Kita sangat siap, dan kita masih urus sertifikasi Bali era baru,” pungkasnya.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan

Facebook Comments