Minggu, Mei 19, 2024
BerandaDenpasarPertamina Patra Niaga Tambah 130 Ribu Lebih Tabung LPG Jelang Lebaran

Pertamina Patra Niaga Tambah 130 Ribu Lebih Tabung LPG Jelang Lebaran

DENPASAR, balipuspanews.com – Memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di pulau dewata dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H dan peningkatan wisatawan di masa libur Lebaran tahun ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan tambahan 138.320 tabung LPG 3 Kg Bersubsidi secara bertahap mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran.

Jumlah tersebut 53% dari Konsumsi Normal Harian LPG 3 Kg bulan April sebesar 262.897 tabung/hari atau setara 789 metrik ton/hari. Hal ini juga agar tidak terjadi kelangkaan saat momentum hari suci Idul Fitri.

Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi, Selasa (9/4/2024) mengatakan, konsumsi LPG secara keseluruhan di Bulan Ramadhan Idul Fitri diprediksi naik 2,2 persen dengan puncak konsumsi H-3 hingga H+2 Idul Fitri.

“Kami tidak ingin momen hari raya ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga jual diatas harga eceran tertinggi (HET). Sehingga kami persiapkan sekitar 138.320 tabung dengan tujuan menstabilkan harga di masyarakat,” ujar Ahad.

Stok LPG untuk wilayah Bali cenderung sangat aman. Ditopang oleh 1 terminal LPG, yakni di Supply Point Utama di Integrated Terminal Manggis dengan total stok LPG mencapai 3.356 metrik ton saat ini.

BACA :  Ambil Barang Penumpang Bandara Ngurah Rai, Karyawan Rentcar Ditangkap

Dengan konsumsi normal harian 816 metrik ton per hari, stok saat ini sangat aman. Adapun tambahan tersebut berbeda besaran tiap kota/kabupaten berdasarkan pantauan kenaikan konsumsi dengan daftar terlampir.

“Setiap kabupaten/kota di pulau Bali mendapatkan tambahan yang bervariasi mulai dari paling kecil 49% hingga 57% dari rata-rata konsumsi harian berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah,” sambung Ahad.

Meski demikian ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan membeli ke Pangkalan LPG resmi Pertamina.

“Rata-rata alasannya (tidak beli di pangkalan-red) karena praktis cari yang dekat saja. Kalau begitu, ketika harganya melambung di pengecer harusnya masyarakat tidak perlu resah akibat pilihan sendiri-sendiri,” pungkas Ahad.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular