Pertanyakan Kasus Vandalisme, Ratusan Krama Desa Adat Sudaji Datangi Polres

Krama Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng saat melaksanakan aksi damai di Lapangan Upacara Mapolres Buleleng, Selasa (31/1/2023)
Krama Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng saat melaksanakan aksi damai di Lapangan Upacara Mapolres Buleleng, Selasa (31/1/2023)

BULELENG, balipuspanews.com – Ratusan Krama (Warga) Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, pada Selasa (31/1/2023), mendatangi Mapolres Buleleng.

Kedatangan mereka untuk menanyakan proses penanganan kasus vandalisme dan kasus adanya dugaan korupsi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Subak Sudaji 2021/2022 yang sudah dilaporkan melalui pengaduan masyarakat ke Polres Buleleng beberapa bulan lalu.

Aksi damai pun berlangsung di Halaman Upacara Mapolres Buleleng, dimana Krama membentangkan dua lembar spanduk berisi tulisan “Kami Menutut Keadilan Ditempat yang Katanya Negara Hukum” dan “Berdamai Dengan Koruptor Adalah Perbuatan Korupsi Itu Sendiri”.

Salah satu perwakilan masa, Gede Eka Rediastina menyampaikan, bahwa Krama Desa Adat Sudaji merasa resah dengan belum adanya pengungkapan siapa yang menjadi pelaku dari kasus vandalisme di sejumlah pura yang ada di Desa Adat Sudaji sekitar Oktober 2022 lalu.

Apalagi dirinya menyebutkan bukti berupa rekaman CCTV sudah dimiliki pihak kepolisian untuk mempercepat mengetahui siapa pelaku.

Eka pun mengaku jika setelah adanya aksi vandalisme tersebut secara Niskala sudah dilaksanakan upacara guru piduka serta mepiuning untuk memohon agar polisi dibantu untuk mengungkap dengan cepat siapa pelaku Vandalisme.

“Besar harapan kami bisa didapatkan siapa pelakunya, kalau diumpamakan teroris yang tidak ada jejaknya sekalipun bisa ditangkap kenapa ini sudah ada bukti CCTV masih belum bisa diungkap pelakunya,” tegas dia dihadapan awak media.

Disamping itu, mewakili masyarakat yang hadir dirinya juga menanyakan tentang penanganan terkait adanya kasus dugaan korupsi dana BKK subak 2021/2022 di Subak Sudaji yang diketahui melalui surat kaleng Desember 2022.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Gusti Alit Putra yang menerima langsung ratusan Krama Desa Adat Sudaji yang datang mengatakan bahwa masih ada kendala terkait tidak adanya saksi-saksi yang secara langsung melihat, menyaksikan, dan mengetahui aksi vandalisme di sejumlah pura di Wilayah Desa Adat Sudaji. Ia pun tidak menampik bahwa sudah ada rekaman CCTV akan tetapi dalam rekaman yang ada masih belum begitu jelas.

Kemudian pihaknya meminta waktu untuk memohon bantuan ke Polda atau Mabes Polri agar nantinya bisa didapatkan hasill tambahan untuk pengungkapan siapa pelaku dalam kasus vandalisme tersebut.

Lantas berkaitan dengan adanya dugaan korupsi dana BKK subak, Kompol Alit Putra meminta masyarakat supaya tidak resah dulu apabila memang tidak terjadi adanya dugaan yang dimaksud. Namun sebaliknya apabila memang ada masyarakat diharapkan bisa memberikan keterangan apa adanya.

“Kami tetap menindaklanjuti kedua kasus tersebut, khusus untuk dugaan korupsi saya harapkan masyarakat khususnya subak kalau memang tidak melakukan hal yang dikatakan negatif seperti korupsi tidak usah resah.

Nanti pada saat ada pemeriksaan dari kepolisian berikan keterangan apa adanya, sebab kalau sudah prosedur benar tidak perlu takut dan resah itu saya harapkan karena itu proses hukum,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan