Pertek Belum Keluar, Ratusan CPNS dan P3K Klungkung Lulusan 2021 Belum Bisa Bekerja 

Kepala BKPSDM Kabupaten Klungkung, Komang Susana
Kepala BKPSDM Kabupaten Klungkung, Komang Susana

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah lulus perekrutan tahun 2021 di Kabupaten Klungkung belum bisa mulai bekerja.

Ini diakibatkan karena surat pertimbangan teknis (Pertek) yang didalamnya berisi Nomor Induk Pegawai (NIP) belum keluar.

Kepala BKPSDM, Komang Susana ketika ditemui media ini, Senin (28/3/2022), mengakui bingung menjawab pertanyaan para CPNS maupun para P3K yang telah lulus tahun 2021 lalu yang telah lolos seleksi perekrutan di Kabupaten Klungkung.

Lebih detail Susana menjelaskan sesuai perencanaan, ia memperkirakan pertimbangan teknis (Pertek) yang didalamnya berisi Nomor Induk Pegawai (NIP) turun awal Maret 2022. Sehingga target CPNS dan P3K mulai bekerja April 2022.

Namun nyatanya dirinya mengaku bingung dugaannya meleset, semua tahapan tidak sesuai harapan yang dicanangkannya.

“Yang jelas para CPNS dan P3K di Kabupaten Klungkung kini resah kapan dirinya mulai ditugaskan, sehingga nafkah mereka bisa dinikmati. Mereka belum tahu pasti kapan mereka mulai dipekerjakan. Padahal sudah hampir dua bulan sejak diumumkan lulus, mereka menunggu surat keputusan mulai dipekerjakan,” tuturnya.

Komang Susana menuturkan pihak Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Klungkung juga belum mengantongi informasi dari Kantor Regional X BKN Denpasar.

Terdapat sebanyak 206 CPNS yang lulus seleksi dan P3K direkrut tahap pertama sebanyak 145 orang dan P3K yang direkrut tahap dua sebanyak 85 orang.

Dirinya berharap agar surat pertimbangan teknis (Pertek) yang didalamnya berisi Nomor Induk Pegawai (NIP) bisa segera turun sehingga bisa diinformasikan kepastian kapan mereka itu bisa bekerja.

“Pengusulan NIP CPNS sudah dari Februari kita usulkan, nanti jika sudah turun NIPnya baru kita tindaklanjuti dengan membuatkan SK. Kendalanya di pusat saya tidak tahu, apakah karena terlalu banyak atau bagaimana, yang jelas tidak ada jawaban.

Saya juga bingung kok tidak turun-turun (NIP). Padahal berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya bulan berikutnya setelah pengusulan NIP sudah keluar. Contohnya, kalau usul Februari biasanya Maret sudah ada NIP. Kami terus berkoordinasi dengan kantor regional sepuluh Denpasar. Tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan jawaban pasti,” tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan, banyak CPNS dan P3K yang sudah lulus menanyakan soal kepastian SK tersebut kepada dirinya baik ang datang ke Kantor maupun yang sempat ngirim pesan WA.

“Kami sudah sampaikan apada adanya dan kami hanya bisa menyarankan untuk bersabar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Data Pengadaan dan Promisi, AA Alit Pramawati yang turut mendampingi Komang Susana mengatakan, sudah sering menerima pertanyaan dari para peserta seleksi CPNS ataupun PPPK yang dinyatakan lulus.

Meskipun tidak secara langsung, pertanyaan biasanya diajukan melalui group WA yang beranggotakan para peserta CPNS dan PPPK.

“Mayoritas mereka menanyakan mengenai kejelasan NIP maupun SK. Mengingat, sudah cukup lama mereka menunggu,” ungkapnya.

Sesuai rencana, katanya mereka yang lulus CPNS akan ditempatkan sesuai formasi yang dibutuhkan, 153 orang untuk formasi tenaga kesehatan, 60 orang untuk formasi tenaga teknis.

Sedangkan untuk P3K bakal ditempatkan untuk formasi guru sebanyak 484 orang diberbagai jenjang pendidikan sekolah.

Penulis: Roni

Editor: Budiarta

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version