Rabu, April 17, 2024
BerandaBulelengPerumda Swatantra Coba Kendalikan Harga Beras di Buleleng

Perumda Swatantra Coba Kendalikan Harga Beras di Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Komitmen serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam mengendalikan harga pangan khusus beras terbilang berhasil. Sebab kisaran harga beras medium dan premium yang tadinya Rp 16.000 – Rp 18.000 per kilogram kini diklaim dapat diturunkan menjadi sebesar Rp 13.500 – Rp 14.000.

Tentunya ini akan memberi dampak akan daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan seperti Galungan, Kuningan, Nyepi dan bulan puasa bagi umat Muslim kembali menguat. Demikian disampaikan Direktur Utama Perumda Swatantra Gede Bobi Suryanto ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/2/2024).

Bobi mengatakan bahwasannya komitmen ini atas arahan Pj Bupati Buleleng agar dua Perumda milik Pemkab Buleleng bersinergi yaitu Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Arga Nayottama dalam pengendalian harga pangan khususnya beras.

”Strategi kami sesuai arahan Pj.Bupati telah dilakukan untuk pengendalian harga dan keamanan stok beras sehingga mampu menurunkan harga beras,” ujarnya.

Adapun strateginya papar Dirut Bobi yaitu melakukan kerjasama antar daerah penghasil khususnya komoditi beras, bawang merah, telur ayam ras serta distributor minyak goreng dan bawang putih.

BACA :  Miliki Excavator Baru, DLHP Klungkung Optimis Penanganan Sampah di TPA Sente Bisa Optimal

”Daerah seperti Tabanan, Jembrana kita lakukan kerjasama selain daerah yang ada di wilayah kita sehingga pasokan bahan pokok aman,” jelasnya.

Khusus beras pihaknya telah mendapat pasokan dari kelompok petani di Buleleng yaitu Koperasi Sedayu berupa gabah sebesar 62 ton, kemudian dari Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Buleleng untuk pasokan beras di Kabupaten Buleleng.

“Perpadi Buleleng sekarang menjual dengan harga rata-rata di angka Rp 15.000 perkilogram untuk beras super dan Rp 14.500 untuk beras medium. Kita salurkan ke Perumda Pasar untuk dijual digerai pasar dengan harga Rp 13.500 maksimal untuk beras medium dan Rp 14.000 maksimal beras super tidak boleh lebih dari itu. Jadi kita subsidi antara Rp 1.000-1.500 perkilogramnya. Mudah-mudahan kurun waktu Pebruari sampai jelang panen raya bulan Maret kita targetkan salurkan 50 ton beras subsidi,” paparnya.

Selain itu, Sinergi tim satgas pangan seperti Bulog juga memberikan beras kepada Buleleng yaitu beras SPHP atau Stabilitas Pasokan Harga Pangan yaitu beras murah yang disubsidi oleh pemerintah pusat dengan harga tertinggi Rp 54.000 per 5 kilogram atau Rp 10.800 perkilogram untuk menekan harga beras di pasar.

BACA :  Diduga Korsleting Listrik, Toko Printer Hangus Terbakar, Kerugian 4 Miliar

”Beras SPHP ini beras untuk umum dengan pembelian terbatas. Penjualnya sudah ditunjuk oleh Bulog kepada pengencer beras dan Perumda Pasar dan Swatantra,” jelasnya.

Strategi lainya diungkap olehnya agar pasokan pangan aman dengan melakukan pengawasan terhadap spekulan dan juga dengan membeli gabah sebanyak-banyaknya dalam menghadapi kendala di musim panen di bulan Maret nantinya.

”Kita juga melakukan operasi pasar murah yang masif dilakukan di tempat-tempat strategis bersinergi dengan satgas pangan untuk mendekatkan kepada masyarakat langsung. Dengan beberapa strategi yang diterapkan, kita sangat optimis harga beras terkendali,” sebut dia.

Bobi pun berharap agar konsumen tidak “panic buying” karena supply beras dan bahan pokok lainnya normal, disarankan untuk membeli kebutuhan di pasar yang telah disiapkan oleh pemerintah di gerai-gerai pasar dengan harga terjangkau.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular