Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Klungkung Petani Garam Tradisional Kusamba Mengeluh, Lahan Penggaraman Mereka Tergerus Abrasi

Petani Garam Tradisional Kusamba Mengeluh, Lahan Penggaraman Mereka Tergerus Abrasi

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Belakangan ini para pertani garam tradisional di pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung mengeluh.

Pasalnya  lahan penggaraman yang menopang aktifitas penggaraman mereka selama ini malah terus menerus tergerus abrasi.

Diantara mereka ini, ada petani garam yang harus  berhenti, karena gubuk dan lahan penggaraman milik warga setempat hancur diterjang ombak ganas pantai Kusamba.

Salah Seorang petani garam di pesisir Karangdadi, Kusamba I Ketut Kaping ditemui di lokasi penggaraman mereka yang masih tersisa, Selasa(11/8) menyatakan, kondisi abrasi sudah sangat parah.

“Abrasi kian parah. Beberapa waktu lalu, ada ombak tinggi dan ladang sampai gubuk penggaraman petani semua hancur. Sekarang kami baru berbenah. Saya dapat bantuan dari Bupati sebanyak Rp 3 juta. Ternyata belum cukup, dan harus minjam lagi Rp 10 juta,” ujar Ketut Kaping.

“Jika dahulu bisa menghasilkan garam berkualitas bagus sampai 40 kg dengan luas area penggaraman mereka saat itu sekitar  13 are. Saat ini paling banyak hanya mampu memproduksi garam sekitar 7 kg,” tambah Ketut Kaping.

Menurutnya bahkan ada satu keluarga yang ada di pesisir Karangdadi, malah dengan terpaksa harus berhenti membuat garam karena belum memiliki biaya untuk memperbaiki gubuk penggaraman miliknya yang telah hancur akibat dilibas ombak ganas.

“Alat-alat penggaraman semuanya hancur, dan butuh biaya memperbaikinya,” pungkasnya.

Sudah tentu kondisi dilematis  ini membuat keberadaan petani garam tradisional setempat semakin tersudut dari segi kehidupan mereka untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Disisi lain upaya  Pemkab Klungkung saat ini sedang berupaya meningkatkan taraf kehidupan para petani garam yang ada di Kusamba ini. Pemkab Klungkung sedang gencarnya mengembangkan produk garam beryodium, yang bahan bakunya berasal dari petani garam lokal.

Berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan saat ini para petani garam ini malah kesulitan lahan untuk dapat memproduksi garam tradisional Kusamba yang terkenal ini.

Penulis/Editor : Sug/Oka

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Di Buleleng, Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka

BULELENG, balipuspanews.com - Proses pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dan Senin (12/10/2020) di lima tempat berbeda akhirnya...
Member of