Peternak Ayam Pedaging di Tabanan Menjerit

Seorang peternak ayam pedaging di tepi utara kota Tabanan menyebutkan semenjak corona mewabah pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar
Seorang peternak ayam pedaging di tepi utara kota Tabanan menyebutkan semenjak corona mewabah pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar

TABANAN, balipuspanews.com – Mewabahnya virus corona atau covid-19 telah berdampak pada berbagai lini kehidupan manusia. Termasuk pada dampak melesunya sektor perekonomian.

Hal ini salah satunya terungkap dari jeritan para peternak ayam pedaging di Tabanan. Seorang peternak ayam pedaging di tepi utara kota Tabanan menyebutkan semenjak corona mewabah pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar.

“Sebelum corona mewabah, ayam saya laku dengan harga Rp. 22 ribu per kilogram dan ayam pasti laku. Sekarang turun menjadi Rp. 15.000 per kilogram dan penjualannyapun agak sulit,” ungkap peternak ayam pedaging ini yang mengaku memiliki nama panggilan Pak Pur, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, penjualan ayam pedagingnya yang seharga Rp. 15.000 per kilogram ini masih harga kotor. Karena angka itu dikurangi lagi Rp. 3.000, apabila dijual keluar sebagai biaya angkutnya.

Dijelaskannya, sulitnya penjualan ini dikarenakan hotel-hotel ataupun rumah-rumah makan langganannya mengurangi pasokan daging ayam sebagai dampak dari menurunnya jumlah tamu yang berkunjung.

Pak Pur menambahkan, di kandang miliknya ia memelihara 3.000 ekor ayam pedaging. Kalau kondisi normal tanpa adanya virus corona dalam masa pemeliharaan satu bulan ayam-ayamnya itu sdh habis terjual dengan berat per ekor antara 2,2 sampai 2,4 kilogram.

Mengingat situasi yang belum pasti ini, Pak Pur mengaku pasca habisnya ayam di kandangnya pada periode ini, untuk sementara ia berhenti beternak ayam pedaging. Langkah ini diambilnya untuk mengurangi resiko kerugian yang lebih besar. (Rah/BPN/ tim)