Ketua komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi
Ketua komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi

DENPASAR,balipuspanews.com- Banyaknya kematian babi di Bali benar – benar menjadi pukulan telak bagi peternak Babi.

Menyikapi hal itu, DPRD Bali langsung meresponnya dengan mempersiapkan bantuan yang akan dirancang dalam anggaran perubahan APBD Bali. Hal itu dikatakan ketua komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi saat dikonfirmasi di gedung dewan, Kamis (13/2/2020).

“ Kita harapkan anggaran bisa lebih besar, untuk membantu peternak, karena peternakan penunjang segalanya seperti penunjang kehidupan, upacara, dan pariwisata,” kata Kresna Budi.

Dengan menaikkan anggaran nanti, pihaknya akan membantu para peternak Bali dan mendata jumlah peternak dan berapa peternak yang mengalami kerugian. Bantuan nantinya ditujukan agar para peternak tumbuh niat untuk kembali beternak dan tidak putus asa karena mengalami kerugian.

“ Bantuan nantinya dalam bentuk bibit sehat, pakan, vaksin dan obat-obatan,” ujarnya.

Politikus Golkar itu menghimbau agar para peternak babi bersama menjaga ternaknya, karena disinyalir ternak mati karena pakannya berasal dari sisa hotel dan restoran. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar tidak memberi pakan ternak yang berasal dari sisa hotel.

“ Kami akan membantu peternak yang mengalami kerugian atau ternak mati segera akan kami rapatkan, mudah mudahan diperubahan bisa, astungkara,” tegasnya penuh optimis.

Adapun bantuan ternak dimaksud Kresna Budi, tak hanya pada ternak babi saja, namun untuk semua jenis ternak seperti ternak ayam, sapi, perikanan. Disebut dia, cakupan peternakan linier, banyak cakupannya.

Pihaknya berharap, agar anggaran nanti harus cepat dan program harus cepat. Sama seperti arahan Guberunur jangan menunda pencairan anggaran.(bud/bas)