24.8 C
Denpasar
09/08/2022, 7:33 AM
BulelengPetugas IB Buleleng Raih Juara Pertama di Tingkat Nasional

Petugas IB Buleleng Raih Juara Pertama di Tingkat Nasional

balipuspanews google news
- Advertisement -

SINGARAJA,balipuspanews.com-
Buleleng berhasil melampaui target yang diberikan pada program Upaya Khusus Sapi Indukan wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2019 oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Terkait dengan hal tersebut, salah satu petugas Inseminasi Buatan (IB) Buleleng berhasil meraih juara pertama tingkat nasional.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita kepada Gede Suarjana, petugas IB asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (11/12).

Gede Suarjana saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menjelaskan dirinya sudah menjadi petugas IB sejak tahun 1988. Ini berarti, Suarjana telah menjadi petugas IB selama 31 tahun. Kesehariannya berkeliling untuk membantu masyarakat ataupun peternak melakukan IB di wilayah Kecamatan Gerokgak. “Saya berkeliling dari Desa Tukad Sumaga sampai Desa Sumberklampok,” jelasnya.

Dengan lamanya pria berusia 54 tahun ini menjadi petugas IB, membawa ia ke pengalaman yang panjang tersebut. Dengan pengalaman panjang tersebut, pada tahun 2019 berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional. Sebelum melaju ke tingkat nasional, petugas IB asal Banjar Dinas Mertasari, Desa Patas ini sudah menjadi juara di tingkat provinsi. “Kriteria penilaian adalah banyak sapi yang sudah diberikan treatment IB dan juga penilaian lapangan oleh tim penilai dari Kementan,” ujar Gede Suarjana.

Pada tahun 2019, Buleleng diberi target oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk IB sebanyak 15.400 ekor. Namun, Buleleng telah berhasil mencapai 16.721 ekor. Sementara khusus untuk Gede Suarjana telah berhasil melakukan treatment IB sebanyak 1.480 ekor.

Mengenai Upsus Siwab ini, Kepala Distan Buleleng, Ir. Made Sumiarta menyebutkan Upsus Siwab merupakan program dari Kementerian Pertanian. Tujuan dari Upsus Siwab adalah menghindari kepunahan sapi-sapi unggulan yang ada di daerah seperti sapi bali. Seperti diketahui, sistem perkawinan sapi ada dua yaitu inseminasi buatan (IB) dan inseminasi kawin alam (INKA). “Upsus Siwab berfokus pada IB. Ini dikarenakan INKA memerlukan proses yang agak lama dan tingkat ketidakberhasilan INKA sangat tinggi,” sebutnya.

Baca Juga :  MBKM, Unud Teken PKS Pertukaran Mahasiswa dengan Universitas Pembangunan Jaya 

Disinggung mengenai jumlah petugas IB di Buleleng, mantan Kepala Bagian Umum Setda Buleleng mengungkapkan jumlah petugas IB di sembilan kecamatan sebanyak 40 orang. Status dari petugas ini ada swadaya dan juga ada dari PNS. Sebelum menjadi petugas IB, harus mengikuti semacam pelatihan dan bimbingan teknis selama dua minggu sampai satu bulan. “Kita harus rekrut yang berkompeten. Sampai saat ini jumlah 40 orang sudah mencukupi,” ungkap Sumiarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Distan Buleleng, Made Suparma mengatakan untuk petugas IB, pekerjaannya tidak memakai jam. Petugas IB datang ke peternak sesuai birahi dari sapi sendiri. Itupun kalau ada panggilan dari peternak. Petugas IB pun harus jeli karena birahi itu ada baru birahi, setengah birahi, dan puncak birahi. “Di puncak birahi itu kalau dilakukan IB akan jadi atau bunting. Jika gagal akan dilakukan lagi 18-21 hari kemudian karena siklus birahi sapi selama itu. Satu lagi yang perlu diingat, Upsus Siwab ini tidak dikenakan biaya atau gratis untuk peternak,” tandasnya. (j

Lampaui Target Upsus Siwab 2019

Petugas IB Buleleng Raih Juara Pertama di Tingkat Nasional

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Penarukan Terbakar

SINGARAJA,balipuspanews.com-
Buleleng berhasil melampaui target yang diberikan pada program Upaya Khusus Sapi Indukan wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2019 oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Terkait dengan hal tersebut, salah satu petugas Inseminasi Buatan (IB) Buleleng berhasil meraih juara pertama tingkat nasional.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita kepada Gede Suarjana, petugas IB asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (11/12).

Gede Suarjana saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menjelaskan dirinya sudah menjadi petugas IB sejak tahun 1988. Ini berarti, Suarjana telah menjadi petugas IB selama 31 tahun. Kesehariannya berkeliling untuk membantu masyarakat ataupun peternak melakukan IB di wilayah Kecamatan Gerokgak. “Saya berkeliling dari Desa Tukad Sumaga sampai Desa Sumberklampok,” jelasnya.

Dengan lamanya pria berusia 54 tahun ini menjadi petugas IB, membawa ia ke pengalaman yang panjang tersebut. Dengan pengalaman panjang tersebut, pada tahun 2019 berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional. Sebelum melaju ke tingkat nasional, petugas IB asal Banjar Dinas Mertasari, Desa Patas ini sudah menjadi juara di tingkat provinsi. “Kriteria penilaian adalah banyak sapi yang sudah diberikan treatment IB dan juga penilaian lapangan oleh tim penilai dari Kementan,” ujar Gede Suarjana.

Pada tahun 2019, Buleleng diberi target oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk IB sebanyak 15.400 ekor. Namun, Buleleng telah berhasil mencapai 16.721 ekor. Sementara khusus untuk Gede Suarjana telah berhasil melakukan treatment IB sebanyak 1.480 ekor.

Baca Juga :  Sosialisasi Kurikulum, Sharing Diisi Mahasasiwa Berprestasi

Mengenai Upsus Siwab ini, Kepala Distan Buleleng, Ir. Made Sumiarta menyebutkan Upsus Siwab merupakan program dari Kementerian Pertanian. Tujuan dari Upsus Siwab adalah menghindari kepunahan sapi-sapi unggulan yang ada di daerah seperti sapi bali. Seperti diketahui, sistem perkawinan sapi ada dua yaitu inseminasi buatan (IB) dan inseminasi kawin alam (INKA). “Upsus Siwab berfokus pada IB. Ini dikarenakan INKA memerlukan proses yang agak lama dan tingkat ketidakberhasilan INKA sangat tinggi,” sebutnya.

Disinggung mengenai jumlah petugas IB di Buleleng, mantan Kepala Bagian Umum Setda Buleleng mengungkapkan jumlah petugas IB di sembilan kecamatan sebanyak 40 orang. Status dari petugas ini ada swadaya dan juga ada dari PNS. Sebelum menjadi petugas IB, harus mengikuti semacam pelatihan dan bimbingan teknis selama dua minggu sampai satu bulan. “Kita harus rekrut yang berkompeten. Sampai saat ini jumlah 40 orang sudah mencukupi,” ungkap Sumiarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Distan Buleleng, Made Suparma mengatakan untuk petugas IB, pekerjaannya tidak memakai jam. Petugas IB datang ke peternak sesuai birahi dari sapi sendiri. Itupun kalau ada panggilan dari peternak. Petugas IB pun harus jeli karena birahi itu ada baru birahi, setengah birahi, dan puncak birahi. “Di puncak birahi itu kalau dilakukan IB akan jadi atau bunting. Jika gagal akan dilakukan lagi 18-21 hari kemudian karena siklus birahi sapi selama itu. Satu lagi yang perlu diingat, Upsus Siwab ini tidak dikenakan biaya atau gratis untuk peternak,” tandasnya. (nug/tim/bpn)

 

 

 

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
DPRD Buleleng Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:14
Video thumbnail
Sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S T Tentang Hari Raya Galungan dan Kuningan
00:53
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Video thumbnail
Genjot Vaksinasi Booster, Pemkab Jembrana Juga Sediakan Hadiah Menarik
02:26
Video thumbnail
Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Pasca Nyepi
02:32
Member of