PGRI Buleleng Diminta Bersiap Hadapi Globalisasi

Rakorkab PGRI Buleleng di Ruang Pertemuan Rumah Makan Ranggon Sunset, Singaraja
Rakorkab PGRI Buleleng di Ruang Pertemuan Rumah Makan Ranggon Sunset, Singaraja

BULELENG, balipuspanews.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Buleleng diminta untuk bersiap menghadapi gempuran globalisasi.

Hal itu diungkapkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Pembina PGRI Kabupaten Buleleng Gede Suyasa saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) PGRI Buleleng di Ruang Pertemuan Rumah Makan Ranggon Sunset, Singaraja, Sabtu (23/4/2022).

Suyasa menjelaskan ada tiga hal atau tantangan besar yang harus dihadapi oleh PGRI khususnya Pengurus Kabupaten Buleleng. Pertama adalah globalisasi. Dengan adanya globalisasi, dunia hanya dalam genggaman. Anak didik akan berinteraksi dan mengetahui segala hal lebih cepat dibanding dengan gurunya.

Apakah guru mempunyai kemampuan untuk mengejar itu semua. Hal tersebut yang harus PGRI pikirkan ke depan. Tantangan ini yang mengharuskan PGRI untuk memfokuskan kembali program-program untuk bisa menghadapi perkembangan global.

Baca Juga :  Sempat Diperbaiki, Kapal Roro Kembali Tak Bisa Beroperasi

“Tidak lagi berpikir sektoral karena sudah multisektoral. Tidak bisa lagi mengajar rumus saja namun akan terkait dengan kehidupan luar yang lebih kompleks. Ini maksudnya multidimensi,” jelasnya.

Kedua, adalah dampak globalisasi untuk kehidupan nasional. Seperti perkembangan pertikaian Ukraina dan Rusia yang memberikan dampak besar pula terhadap Indonesia. Setiap krisis pasti akan ada reaksi. Begitu pula pandemi Covid-19 yang telah berdampak sangat besar. Sehingga, merubah seluruh tatanan kehidupan.

“Semua itu berawal dari permasalahan global yang berdampak terhadap kehidupan nasional Indonesia. Ini juga menjadi tantangan untuk PGRI sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan tantangan ketiga adalah dalam organisasi itu sendiri. Upaya-upaya keras harus dilakukan PGRI untuk mengembangkan organisasinya. Agar keberadaan PGRI tetap eksis di Indonesia. Itu diperlukan mengingat saat ini ada organisasi profesi guru selain PGRI.

Baca Juga :  Tragis, Pria asal Karangasem Ini Tewas Kesetrum Listrik saat Perbaiki Kipas Angin 

“Apa yang harus kita lakukan? Ya kita harus meninggalkan pola-pola lama. Organisasi harus lebih fleksibel, luwes, dinamis dan terbuka akan segala hal. Ini pesan saya sebagai pembina,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Buleleng I Putu Eka Wilantara menyebutkan rakorkab ini bertujuan untuk penyamaan persepsi terkait program-program yang akan dijalankan. Program yang dimaksud adalah program dari pengurus kabupaten dan pengurus cabang di masing-masing kecamatan. Termasuk penyampaian usulan-usulan dari sembilan cabang yang ada.

“Salah satu program kami adalah PGRI Berbagi yang sudah diinisiasi sejak lima tahun lalu. Kita akan kuatkan kembali,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan