Denpasar, balipuspanews.com – Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) membeberkan soal kebijakan tahun 2019 dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Dalam pidato tutup tahun 2019 di Gedung Ksiarnawa, Art Center, Denpasar, Senin (31/12), Gubernur Koster mengungkapkan akan arah kebijakan dan program yang akan dilaksanakan pada Tahun 2019 adalah sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana.

Adapun maknanya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno berdaulat secara politik, berdikari secara Ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui lembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai pancasila 1 Juni 1945.

Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru, yaitu suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru Bali yang Kawista, Bali yang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 (tiga) dimensi utama, yaitu dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan alam, krama, dan kebudayaan Bali atau Genuine Bali.

Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketiga, merupakan manajemen resiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Visi menuju Bali era baru tersebut diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: alam, krama, dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang dilaksanakan dengan konsep kearifan lokal yakni Sad Kerthi, yaitu atma kerthi, wana kerthi, danu kerthi, segara kerthi, jana kerthi, dan jagat kerthi.

Adapun arah kebijakan dan program pembangunan mencakup 5 bidang prioritas, yaitu pertama Pangan, Sandang, dan Papan. Kedua kesehatan dan pendidikan. Ketiga  jaminan Sosial dan Ketenagakeriaan Keempat Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya sedangkan kelima Pariwisata

“Lima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan lnfrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi,” jelasnya.  (bud/bpn/tim)