Singaraja, balipuspanews.com — Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, di Aula Kantor Perbekel Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng merupakan TPS yang digunakan oleh Wayan Koster, kandidat calon Gubernur Bali nomor urut 1 periode 2018-2023.

Meski demikian, di TPS tersebut tidak ada perlakuan yang spesial, baik dari segi keamanan atau penataan tempat.

Dari pantauan pada Selasa (26/6), TPS tersebut telah ditata sesuai dengan pedoman denah yang diberikan oleh KPU, yakni ada empat bilik.

Sejumlah meja yang ada di TPS tersebut juga hanya dihiasi dengan kain prada, bermotif batik khas Bali. Kain kotak-kotak berwarna putih, merah dan hitam juga digunakan untuk menutup sebagian dinding aula agar terlihat lebih bersih.

Kepala Desa Sembiran, I Nengah Sariada mengatakan, untuk menata TPS tersebut tidak lah membutuhkan waktu yang lama. TPS tersebut mulai ditata sejak pukul 06.30 wita, dan selesia pada pukul 07.30 wita.

“Warga disini memang semangat gotong royongnya kuat sekali. Jadi menata TPS 06 ini tidak butuh waktu lama. Dan penataannya sama seperti tahun-tahun lalu saat pemilihan kepala daerah. Tidak ada yang ditambahkan, dan tidak ada yang spesial,” jelasnya.

Lanjut Sariada, pada Rabu (27/6), Wayan Koster akan mencoblos di TPS 06 bersama dengan istrinya, Ni Luh Putu Putri Suastini (52) serta anak pertamanya Ni Putu Dhita Pertiwi (17).

TPS 06, nantinya ada sekitar 600 orang yang akan mencoblos. Mereka berasal dari Dusun Dukuh dan Dusun Kanginan, Desa Sembiran.

Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti pukul berapa kira-kira Koster akan datang untuk mencoblos.

“Kami semua tidak tahu jam berapa Pak Koster akan datang. Belum ada kabar. Entah itu jalan kaki atau naik mobilnya. Kami sih siap-siap saja. Tapi kalau rumahnya sih cuma sekitar 100 meter dari TPS 06 ini,” ungkapnya.

Ihwal pengamanan, Sariada juga mengaku tidak terlalu mengkhusus. Selain telah disiapkan tim pengamanan dari KPU dan Polres Buleleng, pihaknya juga akan menurunkan bebeberapa jumlah pecalang. Sebab Sariada optimis jika wilayah Desa Sembiran akan tetap aman selama proses pencoblosan berlangsung.

“Pecalang ada 40 orang mereka akan berjaga-jaga di seluruh wilayah Desa Sembiran dan di TPS-TPS.  Mungkin di TPS 06 ada lima atau delapan orang saja. Di Desa Sembiran itu sebenarnya tidak terlalu rawan. Saya bisa membandingkan ya.  Data lebih real dan lebih tertib di desa Sembiran ketimbang di Kota,” tegasnya.

Terkait logistik seperti kotak suara dan surat suara,  kata Sariada telah diterima dari pihak KPU pada Selasa sekitar pukul 07.00 wita. Logistik itu telah disimpan di dalam gudang, dikunci dengan menggunakan gembok dan disegel.

“Saya pribadi ya, tidak pernah melihat Koster, meski pun rumahnya di sini (Desa Sembiran). Rumahnya selalu sepi. Kata warga pernah datang untuk sembahyang di Pura Dukuh, tapi saya belum pernah ketemu secara langsung. Ya seperi kita ketahui Pak Koster kan juga sibuk kampaye,” tutupnya.