Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com – Sedikitnya 79 desa di Kabupaten Buleleng mengikuti Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahun 2019. Jadwal pencoblosan telah ditetapkan 31 Oktober 2019 mendatang. Sejumlah kalangan meminta agar aparat kepolisian menjaga kondusifitas serta mencegah terjadinya pelanggaran. Salah satunya praktik money politics (politik uang).

Keinginan itupun disambut Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma. Ia tegas mengatakan, siap melakukan pengawasan dengan menerjunkan aparat khusus guna mensukseskan jalannya Pilkel serentak di Buleleng.

Seizin Kapolres Buleleng, Kompol Wiranata mengaku dari masing-masing Polsek sudah melakukan pemetaan Pilkel serentak tersebut. Meski demikian, pihaknya belum bisa menerangkan secara gamblang daerah mana rawan konflik dan rawan terjadi pelanggaran lantaran pemetaan itu, merupakan kerahasiaan institusi Polri.

“Kami (Polres Buleleng) rutin melakukan patroli, sambil memetakan tingkat kerawanan wilayah. Tingkat kerawanan bisa kami jabarkan mulai ringan, sedang dan berat,” kata Kompol Wiranata, Jumat (11/10).

Selain menerjunkan personil dari masing-masing Polsek, pihaknya juga mengerahkan tim khusus (intelejen)  kepolisian untuk memantau dan mengendus indikasi pelanggaran. 

“Kami ingatkan kepada para kontestan (calon perbekel) agar berkompetisi secara sportif, karena kami sudah terjunkan tim intelejen. Jika terbukti ada praktik money politics, kami tidak segan-segan akan menindak tegas. Jadi, jangan coba-coba melanggar ketentuan hukum,” tegasnya.

Kompol Wiranata menghimbau agar masyarakat lebih cerdas memilih pemimpin.

“Hindari iming-iming apapun dari para calon. Pilihlah pemimpin berdasarkan hati nurani,” tutupnya.