Suasana Pasar sementara di areal Kolam Renang Nirmala Sari, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Sejumlah pedagang bermobil dan pedagang ikan berjualan di areal Kolam Renang Nirmala Asri, mulai merasa tak nyaman. Pasalnya, para pedagang tadinya berjualan di kawasan Pasar Banyuasri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng pindah penampungan sementara itu, justru harus membayar pungutan berlebihan.

Seluruh pedagang yang diperkirakan berjumlah106 pedagang itu, sudah berjualan di areal Kolam Renang, sejak Rabu (11/9), tiga hari lalu. Pemindahan itu menyusul rencana revitalisasi bangunan induk Pasar Banyuasri dalam waktu dekat ini.

Informasi dihimpun, sehari sejak para pedagang dipindah ke penampungan sementara, ternyata muncul pungutan berlebihan. Pungutan itu disebutkan, para pedagang harus membayar pungutan parkir begitu masuk areal berjualan sebesar Rp 10.000 permobil. Setelah berjualan, mereka kembali dikenakan pungutan parker di dalam areal sebesar Rp 5.000 permobil. Pengutan itu belum cukup, karena para pedagang kembali harus membayar retribusi dengan besaran bervariasi tergantung jenis kendaraan, mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 21.000 permobil.

“Begitu masuk saya sudah dipungut biaya Rp 10 ribu. Katanya biaya itu untuk parker. Dan di dalam ada lagi baiya parkir. Kalau di dalam ada karcisnya cuma Rp 5 ribu, yang di pintu masuk itu yang tidak ada karcisnya,” ungkap salah satu pedagang bermobil yang berjualan sayur mayur.

Senada diungkapkan salah seorang pedagang ikan. Selain membayar pungutan parkir di pintu masuk dan parkir di dalam areal, pedagang itupun mengaku harus merogoh kocek untuk membayar pungutan retribusi sebesar Rp 21 ribu.

“Kalau tempat sih tidak ada masalah, tetapi pungutannya ini. Kok ada lagi pungutan di pintu masuk, katanya untuk parker, padahal kami sudah bayar parker di dalam areal,” akunya.

Direktur PD Pasar, I Made Agus Yudiarsana dikonfirmasi Jumat (13/9) menegaskan, pihaknya hanya menjalankan amanat ketentuan dalam pemungutan parkir dan retribusi di dalam areal.

Imbuh Dirut Agus, pihaknya hanya memungut uang parkir sebesar Rp 5 ribu permobil, kemudian retribusi tergantung jenis kendaraan. Untuk kendaraan Carry dikanakan Rp 12.000 permobil, kemudian kendaraan L300 dikenakan Rp 18.000 permobil, dan kendaraan Engkel dikenakan Rp 21.000 permobil.

“Ya, kami pungut sesuai dengan SK Bupati. Dan kami memberikan karcis, setiap penarikan biaya itu. Ini juga kami terapkan di lokasi sebelumnya. Kalau ada penarikan parkeir di pintu masuk, itu kami kurang tahu, kami tidak ada menempatkan petugas di sana,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak melakukan pungutan parkir di lokasi penampungan sementara bagi pedagang bermobil dan pedagang ikan.

Imbuh dia, pihaknya pun hanya menempatkan petugas di lokasi sebatas mengatur parkir, agar masyarakat pedagang dan pembeli terbiasa dengan lokasi baru tersebut.

Kadishub Gunawan mengaku sudah memerintahkan stafnya mengecek kondisi di lapangan.

“Hasilnya, tidak ada petugasnya memungut parkir di pintu masuk, termasuk di dalam areal berjualan,” singkat Kadis Gunawan dihubungi melalui telepon seluler.