Petugas sedang memperbaiki pipa air milik BWS Bali Penida yang jebol di wilayah Dusun Yeh Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Minggu (1/12).
sewa motor matic murah dibali

KUBUTAMBAHAN, balipuspanews.com — Pipa air milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida di Banjar Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng meledak pada Sabtu (30/11) sekitar pukul 23.00 WITA. Tak pelak, bocornya pipa berukuran 18 Dim itu, membanjiri sekitar 25 pemukiman warga di sekitar lokasi. Tak sampai disitu, banjir membawa luberan lumpur bercampur pasir membuat kolam di obyek wisata Yeh Sanih keruh.

 

Made Sukarini (48) rumahnya berjarak sekitar 500 meter sebelah utara ledakan pipa tak luput dari terjangan banjir. Bahkan, ketinggian banjir setinggi lutut orang dewasa.

 

Atas kejadian itu, ibu rumah tangga  bersama keluarga terpaksa begadang hingga pukul 02.30 dinihari.

 

Masih kata dia, arus lalu lintas sempat macet lantaran ruas jalan depan rumahnya ikut terendam genangan air.

 

“Saya pikir ada maling karena suara ayamnya keras sekali. Setelah keluar ternyata ayamnya udah ngambang. Kaget ya, padahal tidak ada hujan, tapi kok banjir. Tetangga bilang pipa air milik BWS meledak,” kata Sukarini, Minggu (1/12) sore.

 

Menurutnya, air mulai surut sekitar pukul 02.00 WITA setelah aliran air dari reservoar yang berada di Desa Bulian menjuju pipa Yeh Sanih ditutup.

 

“Sampai pagi, sekitar jam 07.00 WITA jalan utama (ruas jalan nasional Singaraja-Karangasem) di depan kolam renang Yeh Sanih penuh lumpur, sebelum dibersihkan dengan cara disemprot pakai air,” terangnya.

 

Terpisah, Made Suwindra selaku Ketua LPM Desa Bukti mengungkapkan, meledaknya pipa berdampak langsung terhadap obyek wisata kolam renang Yeh Sanih. Air kolam renang yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari lokasi bocornya pipa menjadi keruh.

 

Alhasil, obyek wisata ini baru bisa dibuka sekitar pukul 11.00 WITA untuk pengunjung, lantaran pengelola harus membersihkan air kolam yang keruh tersebut.

 

“Ya sangat dirugikan sekali. Selain dampaknya pelayanan air bersih tersendat, air kolam destinasi wisata Yeh Sanih juga ikut terdampak. beberapa warga juga merasa trauma, karena mereka mengira ada bencana alam banjir,” singkatnya.

 

Sementara, Edi Mahendra selaku staf perencanaan PDAM Cabang Kubutambahan menjelaskan, pihaknya sedang melakukan perbaikan terhadap pipa besi berukuran 18 Dim. lokasi meledaknya pipa tersebut membuat badan jalan seluas 2 meter persegi menjadi amblas.

 

Edi menyebut, kuatnya tekanan air yang dialirkan dari Reservoar yang berlokasi di Desa Bulian menuju pompa PDAM di Bukti membuat pipa yang tertanam sedalam 2 meter menjadi pecah. Ledakannya itulah mengakibatkan permukaan jalan menjadi amblas dan menggenangi wilayah di bawahnya seluas 1 kilometer persegi.

 

Dampak lainnya, tembok penyengker sepanjang 12 meter di Pompa Air Sanih, tepatnya sebelah timur obyek wisata Yeh Sanih ikut jebol. hal itu disebabkan karena derasnya tekanan air dari arah selatan hingga menjebol tembok.

“Karena tekanan air besar, sehingga tidak kuat dan mengakibatkan pipa pecah. Kami sedang perbaiki dan menunggu alat dari Denpasar. Proses perbaikan sejak jam 07.00 Wita pagi, astungkara Senin (2/12) perbaikan selesai dilakuan,” ujar Edi di lokasi ledakan pipa.

 

Edi mengakui, meledaknya pipa berdampak pada pelanggan. Jumlah pelanggan mencapai 100 pelanggan. Meski begitu, kondisi tersebut sudah diantisipasi dengan menerjunkan mobil tangki untuk mensuplai air bersih kepada pelanggan yang terdampak di wilayah Bukti.

 

“Sudah kami antisipasi dengan mobil tangki. Pelanggan yang terdampak di wilayah Banjar Ancak, Desa Bukti saja,” tutupnya.