Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengPj Gubernur Turut Panen Cabai di Lahan Nganggur Milik Pemkab Buleleng

Pj Gubernur Turut Panen Cabai di Lahan Nganggur Milik Pemkab Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Penjabat (Pj) Gubernur Mahendra Jaya turut mengikuti panen cabai di lahan milik Pemerintah Kabupaten Buleleng yang sebelumnya merupakan lahan nganggur. Lahan seluas 2 hektar ini ditanami tanaman cabai dan terong hingga budidaya ikan nila.

Atas keberhasilan ini Pj Gubernur mengapresiasi dan berterima kasih atas upaya nyata pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pangan lewat penanaman tanaman yang biasanya penyumbang angka inflasi daerah yaitu cabai.

“Terimakasih atas berbagai upaya, aksi program teman-teman khususnya di Buleleng. Luar biasa,” demikian disampaikan Pj Gubernur disela acara Panen Bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Lahan Perkebunan Pemkab Buleleng, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Selasa (18/6/2024) pagi.

Mahendra Jaya menyampaikan, langkah ini merupakan hal yang sangat baik dimana lahan di tengah kota seluas 2 hektar yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dengan baik berubah menjadi asri dan produktif menghasilkan komoditas pangan.

“Saya kira ini upaya kita bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan, menjaga ketersediaan pangan, hingga keterjangkauan harga,” katanya.

BACA :  Hari Raya Saraswati di Pura Lingga Bhuwana, Sekda Adi Arnawa Pimpin Persembahyangan Bersama

“Apalagi kita ingin juga petani di Bali, bisa tersenyum,” imbuhnya.

Pria kelahiran Singaraja, Buleleng ini. menuturkan, komoditas seperti cabai yang ditanam di lahan tersebut merupakan salah satu komoditas penting yang sangat berpengaruh pada angka inflasi di Indonesia, khususnya di Bali.

“Cabai ini penting sekali, kalau harganya naik tinggi akan berpengaruh pada inflasi. Rupanya jika harganya mahal dan ketersediaan kurang masyarakat gelisah,” terangnya.

Inflasi di Buleleng lanjutnya, juga cukup terjaga dengan angka year on year 2, 98 dan month to month berada di angka deflasi 0,33 Bulan Mei lalu.

“Kalau di kabupaten/kota di Bali inflasi rendah dan terkendali, kita bisa lebih tenang. Secara umum di Bali deflasi 0,10 dan astungkara kita yakin hingga Desember bisa terjaga inflasinya kisaran 2,5 hingga 1, dengan catatan month to month tidak lebih dari 0,22,” jelasnya.

Mahendra berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah mampu memenuhi target pemerintah pusat melalui upaya dan kerja bersama.

Seperti arahan Presiden RI Joko Widodo agar daerah menaruh perhatian lebih pada tingkat inflasi karena diperkirakan akan ada perubahan iklim berupa kemarau panjang.

BACA :  Diikuti 125 Peserta, Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki Pura Pangrurah Sakti Cemagi

“Harus antisipasi, air jangan begitu saja terbuang ke laut. Kalau bisa ditampung dan bisa dipergunakan untuk pengairan di sawah kita,” tukasnya.

Dalam kesempatan sama , Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyampaikan, lahan seluas dua hektar yang digunakan untuk penanaman bibit cabai, bibit terong ungu hingga kolam ikan nila merupakan aset Pemkab Buleleng yang selama 18 tahun hanya ditumbuhi semak belukar.

“Lokasinya sangat strategis di tengah kota, kita jadikan sebagai lahan pertanian di kota dan ditanami tanaman yang jadi bagian dari upaya kita dalam pengendalian inflasi,” cetusnya.

Tanaman yang ada menurut Lihadnyana dikelola sepenuhnya oleh pegawai pemerintahan di lingkup Kabupaten Buleleng dan hasilnya akan disalurkan ke pasar-pasar seputaran Kota Singaraja.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular