Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Luh Marleni.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Luh Marleni menyoroti kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) redup di ruas jalan WR Supratman, persisnya di depan Secata A Kubujati, Singaraja.

 

Marleni lantas menyampaikan kondisi tersebut saat Rapat Komisi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng.

 

Srikandi Partai Gerindra asal desa Sangsit, Kecamatan Sawan, itupun mengaku prihatin melihat beberapa titik PJU redup hingga membuat jalan WR Supratman terkesan remang-remang.

 

“Jika tidak segera ditangani, kondisi (PJU) ini kan berpotensi membahayakan para pengendara yang melintas. Ya, sangat rawan penyebab kecelakaan. Lampu penerangan redup itu, dari arah barat depan Pulau Lombok sampai asrama Secata A, sebelum simpang empat Pulau Komodo. Kami minta ini jadi catatan, bisa dijadikan prioritas demi kenyamanan masyarakat,” tegas Marleni, Rabu (13/11).

 

Imbuh Marleni, selain redupnya PJU di sepanjang jalan WR Supratman, penerangan jalan minim juga terjadi di ruas jalur cepat desa Giri Emas sampai dengan perbatasan desa Jagaraga.

 

“Kami khawatirkan itu, aksi kriminalitas karena jalur Giri Emas menuju Jagaraga pada malam hari sangat sepi, gelap gulita tanpa satupun PJU terpasang disana. Selama ini, penerangan mengandalkan lampu dari rumah penduduk di pinggir jalan,” terangnya.

 

Terpisah, seizin Kepala Dinas PUPR Buleleng, Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) Ketut Sugiana tak menampik kondisi tersebut.

 

Menurutnya, redupnya sembilan (9) titik PJU di jalan WR Supratman lebih disebabkan lantaran terhalang pohon perindang di pinggir jalan.

 

Menyikapi situasi tersebut, pihaknya telah melakukan berkordinasi dengan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Buleleng untuk melakukan perabasan atau pemangkasan dahan pohon perindang.

 

“Hasil kordinasi dengan Dinas Perkimta, mereka mengalami keterbatasan tenaga karena banyak juga permintaan dari masyarakat melakukan pemangkasan. Nah, kita (PUPR) sudah berusaha melakukan perabasan secara bertahap karena keterbatasan sarana dan prasarana, utamanya mobil skylift (mobil tangga),” kata Kabid Sugiana melalui telepon seluler, Kamis (14/11) pagi.

 

Soal minimnya penerangan jalan di jalur Giri Emas menuju Jagaraga, Kabid Sugiana mengaku, saat ini belum bisa memenuhi  permintaan tersebut lantaran terkendala rasionalisasi anggaran.

 

“Anggaran kita terbatas, banyak permohonan. Jadi, kami tidak bisa mengcover semua, hanya beberapa titik saja yang kita pasang PJU. Titik dianggap  rawan pasti kita pasangi berdasarkan permintaan dari pihak desa dan pertimbangan dari PUPR,” tutupnya.