PLN Distribusi Bali Gelar Workshop K3

Singaraja, balipuspanews.com — Standar keselamatan kerja sangat penting bagi pekerja, apalagi untuk para pekerja di PLN. Terlebih di tahun 2018 ini, PLN Distribusi Bali akan membangun beberapa jaringan listrik, agar seluruh masyarakat Bali bisa menikmati aliran listrik.

Melihat fakta tersebut, PT PLN Distribusi Bali menggelar Bakti Pekerjaan Dengan Keadaan Bertegangan (PDKB) juga diisi dengan workshop Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang serangkaian hari K3 nasional yang diikuti seluruh karyawan PLN Distribusi Bali yang dilaksanakan di Kabupaten Buleleng, pada Jumat (12/1).

Kegiatan yang merupakan agenda rutin PLN itu merupakan salah satu inovasi pelayanan.

Dengan adanya PDKB aktifitas perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan tanpa mematikan travo di gardu induk, sehingga tidak menyebabkan pemadaman listrik,” kata General Manager PT PLN Distribusi Bali, I Nyoman Suwarjoni Astawa, ditemui di sela-sela acara.

Sujarwoni menjelaskan PDKB sejatinya sudah diterapkan di Bali sejak tahun 1993. Hanya saja, saat itu perbaikan maupun penggantian alat rusak di travo gardu induk masih dilakukan dengan sistem berjarak, menggunakan alat dengan isolator.

Sedangkan dengan inovasi PDKB  ini sudah dapat dilakukan dengan bersentuhan langsung dengan status travo tetap hidup dan tidak memadamkan listrik pelanggan yang ada dalam jaringan tersebut.

“PDKB ini kita memang dilakukan oleh tenaga terlatih khusus, pengaman khusus dan peralatan khusus, termasuk truk trailer kami pun khusus karena disertai dengan isolator,” ujar dia.

Pada sisi ketersediaan pasokan listrik di Bali, Sujarwoni menjelaskan saat ini Bali memiliki pasokan suplay listrik sebesar 1260 megawatt (MW).

“Suplay PLTU Celukan Bawang 380 MW, PLTGU Pemaron 80 MW, suplay dari Pesanggaran Denpasar 360 MW dan kabel listrik laut dari Jawa 320 MW,” ungkapnya.

Nah, tahun 2018 ini, Sujarwoni memperkirakan beban puncak listrik di Bali mencapai sekitar 880 MW.

“Secara umum beban puncaknya segitu. Jadi, itu artinya kita masih ada cadangan cukup, sekitar 45 persen lah. Kalau dari sistem, kondisi itu dinyatakan aman. Ya, standar aman jika memiliki cadangan 30 persen,” terangnya.

Kemudian, untuk jaringan distribusi, pihaknya  akan terus melakukan perbaikan di tahun 2018.

Bahkan, pihaknya akan membangun jaringan untuk meningkatkan kualitas mutu.

“Kami komitmen di tahun 2018 seluruh masyarakat di Bali bisa semua menikmati listrik. Utamanya, penduduk yang tinggal di dusun-dusun puncak pegunungan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan yang diawali dengan apel bersama seluruh pegawai PLN Distribusi Bali Utara, Bali Selatan dan Bali Timur itu juga diisi dengan praktek langsung penanganan PDKB di salah satu travo gardu induk di wilayah Lovina, Desa Kalibukbuk Buleleng.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here