Pohon yang tumbang mengenai mengenai dua bangunan pura, yakni bangunan parentenan (dapur) dan wantilan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Sebatang pohon tumbang menimpa bangunan di dalam areal pura di Pura Masceti Ulun Carik di Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, pada Jumat (12/1).

Kejadian pohon tumbang itu berlangsung pukul 08.15 Wita, saat hujan lebat dan angin kencang menerpa kawasan itu. Tak berselang lama, warga setempat mengetahui jika ada pohon beringin jatuh ke areal pura. Dahan pohon itu mengenai dua bangunan pura, yakni bangunan parentenan (dapur) dan wantilan.

Terkait besarnya dahan pohon, membuat warga setempat menghubungi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar untuk membantu mengevakuasi. Besarnya kayu dan banyak dahan bercabang membuat proses evakuasi terhadap pohon itu berlangsung cukup lama.

Pukul 14.00 Wita, pohon yang melintang di areal pura berhasil dibersihkan. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Namun pihak pangempon mengalami kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya mengatakan, tidak bisa berbuat banyak dengan kasus pohon tumbang di Pura Masceti Ulun Carik, di Kedewatan.

“Kalau tahun 2017 lalu, kami ada anggaran pemangkasan pohon, itu untuk mengantisipasi pohon tumbang terutama pohon di pura. Tahun ini (2018) tidak ada,” ujar Digjaya.

Pihaknya menyatakan menyesali pemangkasan anggaran, yang dinilainya efektif untuk menekan jumlah kasus pohon tumbang di areal pura. “Data sudah ada, itu bisa menurunkan angka pohon tumbang yang menimpa pura,” katanya.

Walau anggaran antisipasi bencana dipangkas, lanjut Digjaya, namun pihaknya tetap berupaya sigap dalam menangani pohon tumbang. (Dwi)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...