Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Gara-gara memposting tulisan yang memojokkan korps kepolisian, pemilik akun facebook Dicky Andrya Rusadi harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Andrya diantar bapaknya, mendatangi Polsek Kota Singaraja, pada Senin (9/7), untuk menyampaikan permohonan maaf setelah tulisannya mendapat reaksi  keras dari sejumlah pihak.

Tak hanya menyebut “petugas maan gae ulian nombok”, Andrya bahkan memojokkan media online yang dianggap “buruk” kualitasnya dalam memberitakan sebuah kasus.

Baca Juga: Buah Jeruk Kintamani Dipenuhi Abu Vulkanik Gunung Agung

Dihadapan Kapolsek Kota Singaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma serta awak media, ia mengaku khilaf dan terbawa emosi setelah membaca sebuah berita online tidak sesuai dengan fakta.

Kasus itu berawal dari sebuah pemberitaan di media online terkait penangkapan pencuri disebuah rumah kosong di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Selasa (3/7) lalu.

Kala itu, Andrya protes lantaran isi berita tersebut tidak sesuai fakta.

Lalu, ia pun menulis komentar, dan menyebut nama media dan aparat kepolisian sangat saya pertanyakan kualitas dan kuantitasnya…’dilanjutkan dengan kalimat, ’jangan-jangan isu di publik benar adanya yang menyatakan keto be petugas  maan gae ulian nombok’.

Kalimat-kalimat menohok itu kemudian memantik amarah banyak pihak dan menganggap postingan itu bernada fitnah.

Nah, selanjutnya Andrya merasa ada yang tidak beres dengan tulisannya di medsos itu, hingga memutuskan untuk mendatangi Poksek Kota Singaraja diantar keluarganya, bermaksud meminta maaf secara terbuka, kemudian memuatnya melalui akun fb miliknya.

“Yth kepada institusi Polri saya secara terbuka memohon maaf atas beberapa komentar saya di facebook beberapa hari yang lalu. Dan ini mungkin menjadi pelajaran bagi saya dan pengguna medsos semua”, seperti ditulis Andrya dalam akun facebooknya.

Seijin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengatakan, kedatangan Andrya untuk meminta maaf akibat fitnah yang ditulis di akun facebook miliknya.

Postingan komentar Andrya, sebut Kompol Wiranata, memantik ketersinggungan banyak pihak.

Namun, lantaran Andrya telah mengaku khilaf maka kepolisian mengambil langkah lain untuk menyikapi kasus itu.

“Setidaknya ini menjadi pelajaran agar tidak mudah membuat komentar di medsos yang bernada memfitnah, menghasut dan mengadu domba. Jika nekat, akan dijerat UU ITE yang ancaman hukumannya hingga enam tahun,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar...