Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Tidak ingin dituding melakukan pembiaran terhadap maraknya judi tajen (sabung ayam) di Bali, Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan mengambil langkah tegas. Perwira melati tiga dipundak itu langsung memerintahkan jajaran Polres untuk segera mengerebek perjudian tersebut.

“Saya sudah perintahkan jajaran untuk segera menertibkan,” tegas Kombes Andi saat dikonfirmasi Minggu (21/10) kemarin. Ia menerangkan segala bentuk perjudian dilarang oleh hukum, dan Polisi sejatinya akan menindak tegas tanpa tebang pilih.

Namun untuk di Bali, memberantas judi tajen perlu kehati-hatian untuk menghindari gesekan budaya yang ada di Bali. “Jika perlu kami akan berkoordinasi dengan pemangku adat, mana yang bisa ditertibkan mana yang tidak,” ujarnya.

Diterangkannya, saat ini perintah penertiban judi tajen sudah dilaksanakan jajaran Reskrim Polda dan Polres se-Bali. Bahkan anggota Reskrim sudah bergerak ke lapangan untuk menyelidiki dimana saja digelar perjudian tersebut.

“Perintahnya sudah jelas dari saya, tertibkan,” ulangnya tegas.

Bukan rahasia umum lagi, maraknya arena tajen di Bali disinyalir dimanfaatkan segelintir oknum kepolisian untuk mencari keuntungan pribadi. Para oknum polisi kerap datang berbondong-bondong mendatangi arena tajen untuk mencari “upeti mingguan” yang disponsori pihak penyelenggara tajen.

Menanggapi hal itu, Kombes Andi mengatakan anggota polisi jangan bermain-main dengan masalah perjudian di Bali. Bila nanti ada ditemukan anggota polisi yang membekingi judi tajen ataupun meminta “upeti” akan ditindak tegas sesuai prosedur hukum. “Terhadap keterlibatan anggota diserahkan ke Propam untuk diproses,” tegasnya.

Diinformasikan, saat ini di sejumlah daerah di Bali marak digelarnya arena judi tajen, seperti Badung, Gianyar, Karangasem, Klungkung dan khususnya Denpasar. Di Denpasar sendiri terbilang paling banyak, disusul kemudian wilayah Badung. Dibalik perputaran judi tajen tersebut bisa mencapai ratusan juta setiap harinya. Aparat penegak hukum pun dituding masuk angin alias membiarkan merebaknya perjudian tajen tersebut. (pl/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...