Pencuri burung yang tertangkap ketika sedang beraksi di TN Bali Barat
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Sebanyak tiga tersangka pencurian burung jenis cipow dan prenjak di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di blok hutan Cekik, diringkus petugas.

Ketiganya ditangkap karena kedapatan berburu burung. Barang bukti berupa dua ekor burung cipow, satu ekor burung perenjak, 29 tangkai pulut/getah, dua buah pipa paralon, dua buah pisau, handphone, dan barang bukti lainnya, diamankan petugas Polhut yang sedang berpatroli.

Polhut TNBB, I Ketut Tanggal mengatakan pada Jumat (12/1), bahwa ketiga tersangka adalah Misran (28), Imam Suhadi (28) dan Mashudi (32). Mereka adalah warga dari Kecamatan Negara yang berasal dari Kampung Pertukangan, Desa Tegal Badeng Timur, dan Desa Pegambengan.

“Saat kami melakukan pengawasan di sekitar sarang burung Jalak Bali, terdengar suara burung ribut seperti ada yang mengganggu. Selanjutnya kami mendekati asal suara tersebut dan terlihat bayangan orang lewat di semak-semak. Bersama petugas lain kami mencari keberadaan orang tersebut. Tidak berapa lama terlihat seorang laki-laki berada di dalam hutan tidak jauh dari lokasi pencarian,” katanya.

Laki-laki tersebut kemudian dibawa ke lokasi suara burung ribut tadi dan ditemukan satu ekor burung jenis cipow dan satu ekor burung jenis perenjak terkena perangkap pulut disekitar TKP. Ditemukan juga getah/pulut yang dibalurkan pada tangkai terbuat dari bambu dan diikatkan pada ranting pohon. Selain itu, ditemukan dua buah pipa paralon tempat pembawa pulut, parang, handphone, dan tempat burung milik laki-laki tersebut.

Ia menambahkan, saat mencari barang bukti lain, datang dua orang yang mengaku teman laki-laki tersebut yang mempunyai tujuan sama yaitu memikat burung dengan menggunakan getah/pulut.

“Saat ini kami sudah mengamankan barang bukti, memeriksa sekitar TKP, membuat laporan kejadian, dan membawa tersangka ke kantor Polres Jembrana untuk di proses lebih lanjut, ” katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka terancam hukuman karena melanggar Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya. (nom)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...