Sebanyak 15 ribu telur bebek yang rencananya mau dijual di Pasar Sanur
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Menindaklanjuti perintah lisan Kapolsek Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa dalam apel jam pimpinan untuk memperketat kegiatan pemeriksaan barang, orang dan dokumen yang mau keluar maupun masuk Bali, maka unit reskrim merespon dengan tetap mencocokkan dokumen dan barang yang dibawa oleh pengguna jasa pelabuhan.

Ini terlihat dari kegiatan piket reskrim yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) yang dipimpim oleh kanit Reskrim Gilimanuk AKP I Komang Muliyadi SH di pintu masuk Bali, Selasa (10/4) pukul 08.00 Wita.

“Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DK 8242 I, yang dikemudikan oleh Asmui, laki laki kelahiran Jember (42), setelah dilakukan pemeriksaan mobil pick up tersebut mengangkut 15.000 butir telur bebek tanpa dilengkapi dengan dokument yang sah,” ujar Mulyadi.

Menurut keterangan pengemudi, telur tersebut diangkut dari Jember Jawa Timur dengan tujuan Sanur Denpasar Bali yang rencananya dijual sendiri di Pasar Sanur.

Sesuai dengan UU RI No 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan, bahan hewan, hasil bahan hewan, ikan dan tumbuhan dari satu pulau ke pulau lainya harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal, dan jumlah barang dan dokument harus juga disesuaikan.

“Sementara barang beserta pengemudi kita amankan di Polsek Gilimanuk untuk proses lebih lanjut, dan nantinya kita limpahkan ke Kantor Karantina Ikan Wilker Gilimanuk,” ujar Muliyadi. (jbr)

Tinggalkan Komentar...