Minggu, April 14, 2024
BerandaBulelengPolisi Amankan Tiga Pelaku Penebang Kayu Sonokeling

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penebang Kayu Sonokeling

BULELENG, balipuspanews.com – Polsek Tejakula berhasil mengamankan 19 potongan kayu jenis Sonokeling serta meringkus tiga pelaku penebangan di Kawasan Hutan Negara wilayah Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, pada Minggu (19/2/2023) sekitar pukul 01.30 WITA.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, awal mula terungkapnya kasus penebangan pohon saat seorang warga bernama GM,47, melihat truk hendak mengambil kayu sonokeling di seputaran wilayah hutan negara yang diakui milik Kadek S,39, sejumlah 19 potong dengan diameter 30 centimeter dan panjang sekitar satu sampai dua meter.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polsek Tejakula untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Merespons laporan dari warga polisi langsung bergegas ke lokasi potongan kayu sonokeling ditempatkan dan langsung mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan.

“Kita saat itu langsung mengamankan sopir untuk mengejar pelaku. Ternyata setelah didalami kayu-kayu tersebut akan dibawa ke rumah salah satu pelaku yakni Kadek S. Disana kita periksa sejumlah saksi ahli dan saksi fakta setelah semua bukti sudah terkumpul lalu Kamis (9/3/2023) dilakukan upaya penangkapan secara paksa terhadap Kadek S,” jelasnya Kapolsek Tejakula AKP Gede Sudiana, Jumat (10/3/2023).

BACA :  Lestarikan Seni Budaya, Wali Kota Jaya Negara Buka Festival Beraban 2024 "Saguna Prawerthi"

Setelah dilakukan pengembangan akhirnya terungkap bahwa Kadek S pernah terjerat kasus yang sama sekitar dua tahun lalu dengan hukuman hanya 1 tahun penjara.

Sedangkan dari keterangan Kadek S, penyidik berhasil mengungkap dua pelaku lainnya yakni I Wayan A,36, asal Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Bangli dan Nengah K,26, asal Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Kedua nama tersebut diajak Kadek S untuk melakukan penebangan kayu sonokeling di Kawasan Hutan Produksi Terbatas RTK 20 Penulisan Kintamani Resort pengelolahan hutan Tejakula UPTD KPH Bali Utara di Banjar Dinas Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

AKP Sudiana menambahkan ketiga pelaku melakukan aksinya selama 5 hari dengan menggunakan gergaji tangan agar tidak menimbulkan suara saat memotong 4 buah pohon menjadi 19 potongan.

“Para pelaku akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk dilakukan pengembangan kembali,” tegasnya.

Sementara itu salah satu pelaku yakni Kadek S mengaku awalnya hanya melihat banyak pohon Sonokeling yang sudah rebah. Maka timbul niatnya untuk memotong, ternyata apa yang dilakukan justru membawanya sampai di proses hukum. Bahkan setelah memotong menjadi beberapa bagian pelaku baru memiliki niat untuk menimbun di rumahnya.

BACA :  Gelontorkan Dana Hibah Sebesar Rp 57 Miliar untuk Pembangunan Tempat Ibadah, Ketua DPRD Badung Apresiasi Bupati Giri Prasta

“Saya lihat 3 pohon sudah rebah dipinggir jalan dan 1 memang saya potong. Saya kira tidak akan jadi masalah, tidak ada pesanan maupun niat untuk menjual tapi setelah saya potong ada pikiran buat menimbun di rumah,” pungkas dia.

Akibat perbuatannya ketiga pelaku disangka telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 82 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana diubah dan ditambah pasal 37 angka 12 paragraf 4 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta kerja dengan ancam dipenjara paling singkat 1 Tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 Miliar.

Penulis Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular