Polisi Jadwal Ulang Pemeriksaan Perbekel Sidatapa Sebagai Saksi

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto
Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto

BULELENG, balipuspanews.com – proses laporan dugaan aksi pemukulan terhadap Dandim Buleleng, Letkol Inf MW terus berlanjut. Sebelumnya Unit I Satreskrim Polres Buleleng berencana pada Jumat (3/9/2021) ini akan memeriksa dua orang saksi yakni Perbekel Desa Sidetapa dan satu anggota DPRD Buleleng asal dari Desa Sidetapa.

Akan tetapi pemeriksaan saksi urung dilakukan dikarenakan perbekel Sidatapa Ketut Budiasa sedang menjalani isolasi terpusat (Isoter) sebab sebab sebelumnya yang bersangkutan dinyatakan positif terpapar Covid-19. Sedangkan, anggota DPRD Buleleng berasal dari Desa Sidetapa yakni Gede Arta Wijaya sedang berada diluar daerah.

Sekedar diketahui, sejauh ini proses penanganan kasus tersebut masih dalam penyelidikan, dengan masih menggali keterangan beberapa orang saksi yang berada di lokasi kejadian ketika terjadinya insiden kericuhan antara oknum TNI dan warga ketika kegiatan rapid test di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto membenarkan terkait hal itu, pihaknya menyampaikan rencana proses pemeriksaan dua orang saksi yakni Perbekel desa Sidetapa dan anggota DPRD Buleleng, akan dijadwalkan ulang kembali lantaran mereka belum bisa menghadiri panggilan polisi, pada Jumat (3/9/2021) untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Kepala Desa masih isoter, anggota Dewan Kabupaten sekarang masih di Gianyar. Mungkin dijadwalkan kembali, (anggota Dewan Buleleng) hari Senin mungkin datang kesini. Kalau Kepala Desa sudah sembuh, nanti tergantung bersangkutan datang kesini,” jelasnya saat ditemui, Jumat (3/9/2021) siang.

Tak hanya itu, polisi juga berencana akan memeriksa 3 orang anggota Polsek Banjar untuk dimintai keterangan seputar insiden kericuhan saat kegiatan rapid test di desa Sidetapa yang berujung pemukulan Dandim Buleleng.

Sehingga saat ini ada total 12 orang saksi sudah dimintai keterangan, yakni dari Polsek Banjar ada 3 orang, 5 orang warga Sidetapa yang terlibat insiden, dan dari Kodim 1609/Buleleng ada 4 orang.

“Hasilnya nanti, masih berkembang. Masih (pemeriksaan) saksi. Nanti kami periksa juga bukti video viral, perlu saksi ahli,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya menerangkan bahwa ada kemungkinan penyidik juga akan memintai keterangan Letkol Inf MW selaku Dandim Buleleng dan pihak pelapor, dalam proses penyelidikan.

“Lihat hasilnya nanti (pemanggilan Dandim dimintai keterangan). Kalau memang perlu saksi tambahan, kami panggil juga,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan