Police line

KUTA, balipuspanews.com- Penyidik Polsek Kuta tinggal selangkah lagi menyelidiki kasus tewasnya Muhamad Lutfi yang dianiaya sejumlah oknum masyarakat di depan monumen Bom Bali Jalan Raya Legian Kuta, Jumat (24/1/2020) siang.

Dari hasil penyelidikan, penyidik Polsek Kuta sudah memeriksa 10 saksi yang ada di TKP. Para saksi ini juga sudah dikonfrontir satu sama lain untuk menguatkan hasil penyelidikan dilapangan.

“ Ya benar, sudah 10 saksi yang kami periksa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Selasa (28/1/2020).

Iptu Ika mengatakan setelah mendalami keterangan para saksi, mencari bukti bukti dilapangan, pihaknya dalam wakru dekat akan melaksanakan gelar perkara. Gelar perkara ini dilakukan untuk menentukan siapa-siapa saja tersangkanya.

“ Dari 10 saksi yang diperiksa, akan ditentukan siapa tersangkanya,” ungkapnya.

Hanya saja, mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara ini belum bisa memberikan penjelasan siapa-siapa saja saksi yang sudah diperiksa.

“ Nanti kita sampaikan jika sudah selesai gelar perkara,” ulangnya lagi.

Sementara sumber dilapangan menyebutkan, para saksi yang diperiksa merupakan oknum masyarakat yang terekam di video dan viral di media sosial. Orang-orang tersebut diduga kuat petugas keamanan setempat.

“ Ada dua rekaman video yang berhasil disita aparat kepolisian sebagai barang bukti. Diduga ada petugas keamanan setempat yang akan jadi tersangka,” bisik sumber petugas, Selasa (28/1/2020).

Sebelumnya, Iptu Ika sempat membeberkan kronologis kejadian yang terjadi di Jalan Raya Legian depan Panin Bank Kuta, Jumat (24/1/2020) sekitar pukul 12.30 Wita. Hasil penyelidikan, pihaknya tidak menemukan bukti Muhamad Lutfi bersalah. Kejadian itu hanyalah salah paham, ketika korban asal Jember Jawa Timur itu salah mengambil helm di atas sepeda motor orang lain.

Sehingga korban menjadi tertuduh dan dihakimi massa di pos dekat monumen bom Bali. Dilokasi, tangan korban diborgol dibelakang. Saat melepaskan borgol, warga yang marah menghajarnya dengan cara menginjak-injak dan memukul dengan tangan kosong.

“ Saat anggota tiba di TKP, sudah banyak masyarakat disana, ada LPM, Linmas dan Security Bank Panin,” ungkap Iptu Ika Senin (27/1/2020).

Karena kondisinya kritis, Muhamad Lutfi  dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. Namun karena keterbatasan alat, pria asal Jember Jawa Timur itu dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar. Nahas, sekitar pukul 21.00 Wita, Muhamad Lutfi dinyatakan meninggal dunia.

Dalam kasus ini Polisi sudah mengumpulkan bukti bukti yakni sepeda motor korban, 2 helm, keterangan saksi-saksi, rekaman CCTV, dan beberapa rekaman Video. (pl/tim/bpn)