Minggu, Mei 19, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalPolisi Rekonstruksi Kasus Duel Dua Emak Saling Jambak di Akah

Polisi Rekonstruksi Kasus Duel Dua Emak Saling Jambak di Akah

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Satreskrim Polres Klungkung, Senin (10/2) menggelar rekontruksi kasus penganiayaan antara dua emak-emak asal Banjar Gede, Desa Akah, Klungkung. Rekontruksi dilakukan karena ada perbedaan antara keterangan pelapor, dengan terlapor serta saksi di TKP.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan menjelaskan, rekontruksi tersebut terkait kasus duel dua emak-enak yakni terlapor Luh Ratnasari (27) dan pelapor, Ni Wayan Juliartini (40) di Warung Made Sudarma, di Depan Banjar Gede Desa Akah.

Sesuai dengan  keterangan pelapor (Ni Wayan Juliartini), perkelahian keduanya terjadi pertengahan Januari lalu, dan berawal saat Ni Wayan Juliartini hendak menagih hutang ke Luh Ratnasari yang masih tetangganya.

Saat itu Luh Ratnasari berada di warungnya, mengaku merasa tidak memiliki hutang dengan sebesar Rp 700 ribu ke Wayan Juliartini.

Menurut Kasat Reskrim AKP Mirza Gunawan Senin( 10/2) ditemui diruang kerjanya menyatakan memang antara pelapor dan terlapor sempat terjadi ketengangan menjurus adu mulut hingga kekerasan fisik.

” Sempat ada adu mulut antara pelapor dan terlapor hingga terjadi kekerasan fisik,” ujar Mirza Gunawan lebih detil.

BACA :  Petani Kakao Diminta Jaga Produktivitas Sektor Hulu

Pengakuan Juliartini, Luh Ratnasari langsung mengambil sapu dan memukul kepala Juliartini berulang kali. Lalu Luh Ratnasari juga mengambil batu, dan melemparkannya ke wajah Juliartini sehingga mengenai mata bagian kiri. Akibatnya, Juliartini mengalami luka robek pada wajah bagian kiri sehingga harus mendapat 3 jaritan. Serta bagian mata kiri lebam dan sempat pinsan saat dianiaya.

” Keterangan pelapor, dirinya tidak kuasa melawan karena dalam keadaan dipegang oleh suami pelapor, I Made Wijana,” ujarnya menerangkan.

Keterangan yang sampaikan Juliartini ini, ternyata berbeda dengan keterangan terlapor (Luh Ratnasari). Pihak terlapor membantah melempar wajah pelapor dengan batu. Termasuk keterangan yang menyatakan suami pelapor, Made Wijana memegang pelapor hingga tidak bisa melawan.

” Berhubung keterangan berbeda, kami lakukan rekontruksi dengan menyertakan pihak terkait. Termasuk saksi di TKP saat kejadian itu terjadi,” ungkap Mirza Gunawan menegaskan.(Roni/BPN/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular