Rabu, Februari 28, 2024
BerandaBulelengPolisi Sebut IRT di Anturan Tidak Diperkosa Melainkan Berzinah, Kasus Damai

Polisi Sebut IRT di Anturan Tidak Diperkosa Melainkan Berzinah, Kasus Damai

BULELENG, balipuspanews.com – Laporan kasus dugaan pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga (IRT) berinisial KA,30, di Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng akhirnya dicabut. Belakangan pencabutan laporan diketahui lantaran kasus tersebut bukan kasus tindak pidana pemerkosaan melainkan perzinahan.

Kanit IV Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng IPDA I Ketut Yulio Saputra menerangkan jika penanganan kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang IRT di rumahnya sendiri yang terjadi pada Jumat (3/11/2023) sekitar pukul 14.00 WITA telah dihentikan. Sebab belakangan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku berinisial KD,39, dan korban didapati jika kejadian tersebut merupakan tindakan perzinahan.

“Sudah dihentikan dan laporan sudah dicabut beberapa hari yang lalu, karena bukan tindak pidana pemerkosaan melainkan perzinahan, jadi masuk aduan dan bisa dicabut apalagi sudah berdamai, lalu penyelidikan dihentikan,” ungkap dia saat dikonfirmasi Selasa (28/11/2023).

IPDA Yulio menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan korban diketahui keduanya memang punya hubungan spesial. Dimana pada saat kejadian aksi keduanya diketahui oleh suami korban. Sehingga karena takut maka korban mencoba menutupi perbuatannya dengan cara melapor jika dirinya diperkosa ketika sedang menyapu halaman rumah oleh terduga pelaku.

BACA :  Hujan Deras, Air Turun Dari Bukit Pura Pulaki Layaknya Air Terjun Alami

“Bener (keduanya punya hubungan spesial), karena takut dengan suami jadi buat laporan kalau dirinya jadi korban pemerkosaan, hasil visum juga sudah keluar tapi karena sudah damai jadi kasus dihentikan,” imbuh dia.

Sementara disinggung terkait hasil visum terhadap KA, IPDA Yulio mengatakan sudah menerima hasil visum, namun terkait korban yang nekat memberikan keterangan palsu ke polisi apakah bisa diproses hukum, IPDA Yulio mengaku tidak mengambil langkah itu lantaran sudah ada kesepakatan damai.

“Ya bisa saja (diproses hukum karena memberi keterangan palsu) tapi tidak semua kita proses karena semua pihak sudah berdamai,” pungkas dia.

Sementara berita sebelumnya perempuan berusia 30 Tahun diduga telah menjadi korban pemerkosaan di rumahnya sendiri yang berada di Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Jumat (3/11/2023). Kuat dugaan terduga pelaku dalam perkara ini adalah tetangga korban sendiri berinisial KD,39,.

Dimana kronologinya, diawali korban sedang menyapu halaman di rumahnya. Kemudian beberapa saat datang terduga pelaku KD mengendarai sepeda motor dan berhenti lalu memanggil korban. Pada saat memanggil korban waktu itu pula KD mengajak korban untuk melakukan hubungan badan, akan tetapi korban menolak dan sontak lari ke kamar mandi.

BACA :  Sosialisasikan Program JKN, Kepala BPJS Kesehatan Denpasar Sebut Peran Media Sangat Dibutuhkan

Namun bukannya pergi, terduga pelaku malah nekat mengejar korban dan langsung memperlihatkan alat kelaminnya ke korban sekaligus memaksa untuk melakukan persetubuhan. Akibat kejadian tersebut korban yang diketahui sudah mempunyai suami ini melaporkan kejadian yang menimpanya ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor    : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular