SINGARAJA, balipuspanews.com — Foto bugil sisiwi sebuah SMP mengejutkan sejumlah pihak di Buleleng. Pasalnya, foto dengan menampilkan lekuk tubuh dan bagian sensitif kewanitaan itu telah tersebar luas (viral) disejumlah sosial media.

 

Polisi pun tak tinggal diam, melalui tim cyber yang dimilikinya telah menelusuri penyebar foto termasuk mengungkap identitas sisiwi tersebut.

 

“Dari kepolisian melalui Unit PPA sudah dilakukan jemput bola dengan mendatangi sekolah yang bersangkutan,” kata Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya,Rabu (22/1).

 

Selanjutnya, imbuh Kasubbag Sumarjaya, pihaknya akan menyelesaikan kasus foto sisiwi bugil itu dengan melakukan pendekatan kepada pihak sekolah dan orangtua bersangkutan.

 

“Siapa penyebar foto, kami sedang telusuri. Nanti juga tergantung dari pihak korban, kalau menemukan bukti yang cukup bisa dilaporkan,” imbuhnya.

 

Masih kata Kasubbag Sumarjaya, foto bugil salah satu siswi SMP Negeri itu, viral sejak Senin (20/1) lalu. Hasil dari penyelidikan ditemukan sejumlah indikasi.

 

“Diduga siswi tersebut dibayar Rp 500 ribu sehingga mau memajang foto bugilnya di sosmed. Saat ini, kami masih menunggu laporan dari korban. Kami menyarankan untuk melapor jika sudah mengantongi bukti yang cukup,” terangnya.

 

Sementara, hasil penelusuran foto itu telah terpasang sejak 6 bulan silam. Namun begitu, foto itu baru belakangan ini viral sehingga membuat heboh jagad pendidikan di Buleleng. Tak hanya itu, ada satu video yang juga viral saat ortu siswi tersebut marah-marah setelah mengetahui anaknya berfoto telanjang.

 

Informasi dihimpun, pihak sekolah sudah melakukan skorsing namun tetap memberikan kepada siswi tersebut tetap sekolah sembari diberikan bimbingan dan pembinaan oleh BK. Hal itu dilakukan untuk menghindari agar siswi tersebut tidak menjadi bahan olok-olok (bully) teman-temannya.

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Made Astika saat dimonfirmasi tak menampik adanya foto bugil siswi di Buleleng beredar luas. Pihaknya pun sudah dilakukan penelusuran termasuk meminta informasi kepada para kepala sekolah.

 

Atas peristiwa tersebut Made Astika berharap Kepala Sekolah mempertimbangkan keterlibatan orang tua dalam sekolah.

 

“Paling tidak sekolah selalu mengingat orang tua siswa agar ikut terlibat dalam menjaga anak-anak mereka saat berada diluar sekolah.Dan itu harus diingatkan dalam setiap pertemuan dengan orang tua siswa,” singkatnya.