Perbekel Fajar (masker hijau) berusaha meredakan massa di Banjar Kaja Kangin, Desa Sudaji
Perbekel Fajar (masker hijau) berusaha meredakan massa di Banjar Kaja Kangin, Desa Sudaji

SINGARAJA, balipuspanews.com — Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten nyaris bergejolak paska rombongan Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa SIK MH, melaksanakan patroli memantau situasi wilayah Desa Sudaji, Kamis (26/3) pagi.

Informasi dihimpun, rombongan Kapolres Sinar Subawa yang didampingi Kapolsek Sawan AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mendadak berhenti di areal perempatan pasar Desa Sudaji.

Konon, rombongan Kapolres Buleleng menghentikan laju kendaraannya lantaran mendengar informasi bakal ada pengarakan ogoh-ogoh di desa setempat.

Atas informasi itu, Kapolres Buleleng lantas meminta kejelasan dari Perbekel Desa Sudaji Gede Fajar Kurniawan.

Perbekel Fajar tak menampik sempat dipanggil Kapolres Buleleng terkait informasi tersebut. Perbekel Fajar kemudian menjelaskan kepada Kapolres Buleleng bahwa pengarakan ogoh-ogoh hanya dilakukan di masing-masing lingkungan, sebelum ogoh-ogoh tersebut dipralina (dimusnahkan) ke setra (kuburan) pada Kamis (26/3) malam.

Hal itu mengacu kesepakatan paruman (rapat) digelar pada Kamis (26/3) pagi, antara pemerintah desa dinas dan desa adat Sudaji.

“Sebelumnya, sempat ada oknum polisi yang melakukan foto-foto. Ya, itu sebelum rombongan dipimpin Kapolres Buleleng datang dan berhenti di areal pasar Sudaji. Saat rombongan datang, saya sedang rapat dengan prajuru desa adat. Saya izin dengan prajuru menemui Kapolres Buleleng di areal pasar Sudaji,” kata Perbekel Fajar, Kamis (26/3) sore.

Selanjutnya, Perbekel Fajar menjelaskan kepada Kapolres Buleleng bahwa dirinya sedang berusaha menyinkronkan sejumlah kejadian janggal di desa Sudaji dengan pihak prajuru desa adat, utamanya kerahuan yang dialami oleh warga desa Sudaji bertepatan di Hari Raya Nyepi pada Rabu (25/3) malam.

Namun, penjelasan yang disampaikan oleh Perbekel Fajar kepada Kapolres Buleleng rupanya tidak direspon.

Bahkan, Kapolres Buleleng malah memerintahkan untuk melakukan penangkapan terhadap warga Sudaji yang mengalami kerauhan.

Tak pelak, pernyataan penangkapan terhadap warga Sudaji mengalami kerauhan ditolak oleh Perbekel Fajar, hingga keduanya pun sempat terlibat adu mulut di areal pasar Sudaji.

“Saya sudah berusaha mengajak Kapolres Buleleng untuk ikut paruman yang sedang berlangsung. Beliau (Kapolres Buleleng) bilang, jangan percaya gitu-gitu (kerahuan), nggak ada itu. Tangkap saja yang kerauhan itu, kita bawa ke Mapolres Buleleng,” ungkap Perbekel Fajar, sebelum akhirnya Kapolres Buleleng diantarkan ke Banjar Kaja Kangin.

Masih kata Perbekel Fajar, situasi pun semakin tak terkendali saat rombongan Kapolres Buleleng tiba di Banjar Kaja Kangin disaat massa berkerumun.

“Turun dari mobil, Kapolres Buleleng langsung melakukan tindakan agresif terhadap sejumlah warga di Banjar Kaja Kangin sedang berkerumun. Ada yang protes, langsung ditangkap-tangkap semuanya,” tuturnya.

Nah, melihat kekacauan itu, Perbekel Fajar  meminta Kapolres Buleleng agar menahan diri. Namun, permintaan tidak diindahkan dan Kapolres Buleleng malah menyerukan penangkapan terhadap Perbekel Fajar.

“Izin Pak Kapolres, mohon jangan melakukan tindakan (penangkapan) begitu, itu namanya meresahkan warga kami desa Sudaji. Saya selaku perbekel tolong dihargai karena saya yang bertanggungjawab disini (Sudaji). Lalu, Kapolres Buleleng memerintahkan untuk menangkap saya. Ya, saya ditangkap oleh Kapolsek Sawan, AKP Gusti Alit Kade Murdiasa. Saya diseret, tangan dilipat, dan dimasukkan kedalam mobil polisi. Jumlah rombongan Kapolres Buleleng sekitar 5 mobil,” sebutnya.

Perbekel Fajar ditangkap, namun mobil tak bergerak hingga dirinya memutuskan keluar mobil dan kembali menghampiri Kapolres Buleleng.

“Izin Pak Kapolres, jangan ditindak lagi masyarakat kami. Kalau mau menangkap cukup tangkap saya, ayo berangkat ke Mapolres Buleleng. Saya ini selaku Perbekel, mantan wartawan, aktivis. Pak, jangan salah prosedur, kenapa mengambil tindakan begini? hargai saya. Apa yang kami lakukan ini sepengetahuan Camat Sawan I Gusti Ngurah Suradnyana, dan ini atas intruksi beliau (Camat). Setelah saya bicara begitu, Kapolres Buleleng langsung terdiam,” terangnya.

Kemudian, situasi pun akhirnya mereda. Perbekel Fajar pun memutuskan pergi dari Banjar Kaja Kangin menemui prajuru sedang melakukan paruman. Sekembali dari paruman, ditengah perjalanan Perbekel Fajar melihat mobil Kapolres Buleleng dihadang sejumlah warga yang mengalami kerauhan. Kapolres Buleleng turun sambil membisikkan sesuatu ke telinga Perbekel Fajar.

“Pak Mekel tolonglah dibantu, itu (warga)  kerauhan-kerauhan itu dipinggirkan dulu agar saya bisa lewat,” imbuhnya.

Permintaan itupun langsung direspon, Perbekel dibantu tokoh spiritual berusaha menyadarkan warga kerahuan yang menghadang mobil rombongan Kapolres Buleleng.

“Ya, sudahlah. Kami tidak lagi memperpanjang persoalan itu. Sejatinya persoalan ini hanya miskomunikasi. Sudah, pihak Polres Buleleng sudah menyampaikan permintaan maaf melalui Wakapolres dan Kabag Ops yang datang setelah Kapolres Buleleng berlalu,” tutupnya.

Sementara, Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi mengaku tak mengetahui soal miskomunikasi sempat terjadi antara Perbekel Sudaji Gede Fajar Kurniawan dengan Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa SIK MH.

“Setahu saya tidak ada miskomunikasi itu. Tidak tau juga sebelumnya ya, karena saya ke Sudaji sekitar jam 11.00 siang, dengan rombongan Wakapolres dan Kabag Ops,” singkatnya. (Nug/BPN/tim)