Polisi Temukan Fakta Baru, Sempat Beli Obat Penggugur Tanpa Resep Dokter

Singaraja, balipuspanews.com – Terungkap fakta baru dalam penyelidikan penyebab kematian Kadek Suciari (20), gadis belia ditemukan terbujur kaku di sebuah rumah kost yang ada di Banjar Kuta Banding, Desa/Kecamatan Kubutambahan.

Belakangan diketahui, korban bersama pacarnya sempat membeli obat yang diduga untuk menggugurkan kandungan, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Fakta itu ditemukan polisi setelah melakukan pemeriksaan secara marathon terhadap Komang P (24), notabene merupakan pacar korban. Namun begitu, hingga kini Komang P masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini.

Komang P memilih menginap sejak Minggu (25/5) hingga Sabtu (2/6) di Mapolsek Kubutambahan.

Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada mengatakan, dari keterangan saksi Komang P, diketahui keduanya memang sempat membeli obat jenis tertentu di sebuah apotek yang ada di Kota Singaraja.

Nah, obat itulah diduga disalahgunakan dan akhirnya dipergunakan untuk menggugurkan kandungan.

Mustiada memastikan mereka membeli obat tanpa menggunakan resep dokter. Sehingga kini polisi juga memeriksa karyawan di apotek tersebut. Diduga obat itu memiliki efek yang cukup kuat, sehingga pembeliannya juga harus menggunakan resep dokter.

“Mereka berdua (korban dan pacarnya) sempat beli obat di daerah Kota Singaraja. Setelah kami telusuri, memang mereka ini membeli obat tanpa resep dokter,” kata Mustiada, dihubungi Sabtu (2/6) sore.

Namun Mustiada belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait obat tersebut. Pasalnya polisi masih menunggu hasil otopsi dan uji toksikologi dari Forensik RS Sanglah.

“Kami belum bisa pastikan apakah obat ini berkaitan dengan kematian korban atau tidak. Kami masih menunggu hasil otopsi dari RS Sanglah,” imbuh Mustiada.

Selain itu polisi juga berencana meminta keterangan dari saksi ahli yang kompeten di bidang farmasi. Keterangan saksi ahli dibutuhkan terkait prosedur pembelian obat, serta efek samping yang ditimbulkan dari obat yang dibeli oleh korban.

Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah pacar korban, pemilik rumah kost tempat ditemukannya korban, serta karyawan apotek tempat korban bersama pacarnya membeli obat. Sejauh ini pacar korban masih berstatus saksi.

“Sampai hari ini, dia (Komang P) masih di menginap di Polsek. Statusnya saksi, tidak kami tahan. Dia menitipkan diri. Itu ada pernyataan dari perbekel, orang tua, dan keinginannya sendiri seperti itu,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang gadis belia bernama Kadek Suciari, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumah kostnya, pada Minggu (27/5) lalu. Korban diduga dalam kondisi hamil, dan berusaha menggugurkan kandungannya.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here