Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati meresmikan sastra Bali di Kantor Gubernur
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Pujian bernada komentar disampaikan sejumlah netizen pada polling yang diselenggarakan media online balipuspanews.com terhadap terobosan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam mewujudkan konsep besar ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui pencanangan penggunaan aksara Bali pada papan nama instansi Pemerintah, swasta serta fasilitas publik tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Bahasa Bali Serta Penyelengaraan Bulan Bahasa Bali.

“Sangat bagus…perlu dipertahankan dan dikembangkan,” tulis Dika.

“Sangat bagus, adat & budaya jgn sampai hilang ,kebijakan soal orang luar beli tanah di Bali hrs di persulit  ingat Bali hrs aman,” kata Bli Yudistira berkomentar.

“Nganggen aksare Bali ring wastan gedung pelayanan publik…inggian pedruwen pemerintah utawi swasta…mangde keanutin antuk ceciren wangunanne sekadi wewangunan Bali (sekadi daging bisaman Ide Ida Bagus Mantra)…mogi local contens pemekas Lokal culture Bali side ajeg…boye wantah merupe wecana kemanten…ampure tityang tambet,” tulis Ajik Dewa.

“TOP BGT KITA DUKUNG HABIS, PEMBANGUNAN HRS BERLANDASKAN KULTUR BUDAYA DAERAH BALI,” ungkap Dewa Purwa.

Meski begitu, salah seorang netizen juga menyampaikan masukan seperti ditulis Ngurah Suardika.

“Guru ngajar pakai pakaian adat. Jeg kasiaan  ribeeettt..😂😂😂,” kata Ngurah Suardika.

Tulisan itupun langsung disanggah “Dije ribetne puak??? Mangne ngajain kal mlaib. Amen masalah olahraga kan cuman hari kamis ngangon pakaian adat puak… de ruet mekeneh puak,” sambung Redika Redika.

Terpisah, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan antusias menerima kritik dan saran para nitizen dari semeton Bali.

“Sampaikan salam saya sebagai Gubernur kepada masyarakat pengguna media sosial, bahwa Pergub sudah mengatur semua instansi pemerintah dan swasta serta fasilitas publik termasuk hotel restauran pasar nama jalan petunjuk jalan rumah sakit. Ya, harus memakai aksara Bali,” ungkap Gubernur Koster dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (7/10).

Terkait komposisi, dimana penulisan huruf Bali, harus diatas huruf latin dan dengan ukuran yang  berimbang, akansegera digerakkan pada bulan November 2018 mendatang.

“Paling lambat, 5 November ini seluruhnya harus memakai huruf Bali,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar...