Polres Badung Ringkus 6 Pengedar Uang Palsu, Amankan Upal Senilai Rp 49 Juta

Satuan Reskrim Polres Badung meringkus enam komplotan pengedar uang palsu
Satuan Reskrim Polres Badung meringkus enam komplotan pengedar uang palsu

BADUNG, balipuspanews.com
Satuan Reskrim Polres Badung meringkus enam komplotan pengedar uang palsu yang ditangkap secara terpisah di wilayah Bali dan Jawa Timur, pada Jumat (25/11/2022). Dari tangan keenam pelaku disita uang palsu sebanyak 490 lembar pecahan Rp 100.000 dan uang hasil penukaran asli sebanyak Rp 839.000.

Empat tersangka yang ditangkap di Bali yakni tersangka MW alias Alek,29, tinggal di Kuta Selatan, Badung. Kemudian tersangka YK alias Jo,37, asal Bekasi Jakarta Barat tinggal di Panjer, Denpasar Selatan.

Lanjut, tersangka EM,51, asal Jaten Kelurahan Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tersangka ET alias Erik asal Malang, Jawa Timur, tinggal di Mengwi, Badung.

Sementara dua tersangka yang ditangkap di Jawa Timur yakni tersangka MJ,49, asal Ketengan, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Terakhir, FE,59, dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Menurut Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, keenam tersangka ini mengedarkan uang palsu (upal) di sejumlah warung di wilayah Kabupaten Badung. Salah satunya di Banjar Gadon Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung. Kasus ini terungkap, pada Kamis 24 November 2022.

“Mereka ini sudah beroperasi selama 2 bulan dan upal diedarkan ke wilayah Bali dan Pulau Jawa. Modus operandinya mencari keuntungan pribadi,” terang AKBP Dedy, saat rilis di mapolres Badung, pada Senin (5/12/2022).

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, personil Satreskrim Polres Badung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka EW alias Erik dan YK alias Jo.

“Dari tangan kedua tersangka diamankan barang bukti sebanyak 82 lembar upal pecahan Rp 100.000, senilai Rp 8.2 juta,” jelasnya.

Hasil pendalaman, keduanya mengaku mendapatkan dari tersangka MW. Setelah MW ditangkap, Polisi menyita darinya upal sebanyak 55 lembar senilai Rp 5,5 juta.

Polisi terus mendalami dan mengungkap nama lain yakni seorang perempuan EM Perempuan ini diringkus dan disita 5 lembar upal pecahan Rp 100.000 senilai Rp 500.000.

“Anggota terus menyelidiki hingga ke Jawa dan diringkus pelaku lain berinisial M (MJ red), dengan barang bukti 89 lembar upal senilai Rp 8,9 juta,” ujarnya.

Dalam pengembangan selanjutnya, tim meringkus tersangka FE Darinya disita 259 lembar upal senilai Rp 25,9 juta.

“Jadi, total barang bukti yang disita dari 6 tersangka yakni 490 lembar pecahan Rp 100.000 atau senilai Rp 49 juta,” ungkapnya.

Kapolres Dedy mengatakan pihaknya masih mengembangkan penyelidikan terkait asal usul dan darimana upal tersebut diperoleh para tersangka. Dalam hal ini, pihaknya dibackup jajaran Polda Bali untuk mempermudah koordinasi dengan Polda lain.

Diungkapkanya lagi, dari hasil pemeriksaan para tersangka, upal itu dibeli para pelaku dengan sistem 1 banding dua. Artinya, bila upal dijual seharga 1 juta, para pelaku membelinya senilai Rp 500.000.

Selain itu upal yang diedarkan itu memiliki banyak perbedaan. Secara kasat mata nomor serinya sama. Sedangkan apabila dipegang upal tersebut tipis, sedangkan yang asli tebal.

“Jadi kita perlu saksi ahli dari Bank Indonesia untuk perdalam penyelidikan ini,” bebernya.

Penulis: Kontributor Denpasar 

Editor: Oka Suryawan