Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Denpasar Polsek Densel Ringkus Dua Pemalsu Rapid Test

Polsek Densel Ringkus Dua Pemalsu Rapid Test

SANUR, balipuspanews.com – Tersangka Denny Hidayat (24) dan Oki Santoni (23), keduanya asal Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mendekam dalam tahanan Polsek Denpasar Selatan. Keduanya ditangkap karena terlibat dalam dua kasus yakni pencurian handpone dan pemalsuan surat Rapid Test.

Menurut Kapolsek Denpasar Selatan AKP Citra Fatwa Ramadani, kedua tersangka ditangkap dalam kasus pencurian handphone di Toko RA Print 24 Jam yang terletak di Jalan Dewata, Sidakarya, Rabu (7/10/2020) sekitar pukul 07.50 Wita.

“Keduanya mau ngeprint dokumen di toko. Namun mencuri handphone karyawan di atas meja,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Setelah diselidiki, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil menangkap kedua tersangka di rumah kosnya di Jalan Dewata Gang Harum Manis, Denpasar Selatan, Rabu (7/10/2020).

“Saat kamar digeledah kami temukan surat palsu Rapid Test sebanyak 10 lembar di dalam kamar,” terangya didampingi Kanitreskrim AKP Hadimastika.

Didapat penjelasan bahwa kedua tersangka memalsukan surat Rapid Test yang dikeluarkan oleh Quantum Sarana Medik. Surat itu atas nama Candra Brilian Failasuf tertanggal 28 Juli 2020 dengan hasil non reaktif. Surat asli tersebut dipalsukan dan scan oleh tersangka sebanyak 10 lembar dengan nama nama yang berbeda dan siap dijual.

Dalam kejahatan tersebut terang Kapolsek, keduanya berbagi tugas. Tersangka Oki Santoni berperan mengedit scan hasil rapid tes melalui Photoshop. Sedangkan, tersangka Denny Hidayat bertugas mencari pelanggan, mengeprint, dan menjual hasil rapid test palsu ke media sosial Facebook.

Selain mengamankan dua tersangka, Polisi juga mengamankan 1 buah laptop merek Asus alat untuk mengedit, serta uang tunai Rp. 150.000 uang hasil penjualan surat palsu.

Dijelaskannya, surat palsu Rapid Tes itu dijual seharga Rp. 50.000 per lembar. Bila ada orang yang berminat, tersangka Denny Hidayat meminta identitas pembelinya. Lalu dikirim ke tersangka Oki Santoni yang bertugas mengedit scan surat asli di photoshop.

“Hasilnya dibagi dua dan digunakan untuk sehari-hari,” ungkap mantan Kasatlantas Polres Buleleng ini.

Dari pengakuan para tersangka, mereka sudah beroperasi sejak 21 September 2020 lalu dan sudah menjual sebanyak 3 surat palsu. Surat tersebut sudah berhasil menyeberangkan pemesan tersebut ke Pulau Jawa.

“Keterangan dua tersangka masih didalami,” tegasnya

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of