Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarPolsek Densel Ringkus Dua Pemalsu Rapid Test

Polsek Densel Ringkus Dua Pemalsu Rapid Test

SANUR, balipuspanews.com – Tersangka Denny Hidayat (24) dan Oki Santoni (23), keduanya asal Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mendekam dalam tahanan Polsek Denpasar Selatan. Keduanya ditangkap karena terlibat dalam dua kasus yakni pencurian handpone dan pemalsuan surat Rapid Test.

Menurut Kapolsek Denpasar Selatan AKP Citra Fatwa Ramadani, kedua tersangka ditangkap dalam kasus pencurian handphone di Toko RA Print 24 Jam yang terletak di Jalan Dewata, Sidakarya, Rabu (7/10/2020) sekitar pukul 07.50 Wita.

“Keduanya mau ngeprint dokumen di toko. Namun mencuri handphone karyawan di atas meja,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Setelah diselidiki, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil menangkap kedua tersangka di rumah kosnya di Jalan Dewata Gang Harum Manis, Denpasar Selatan, Rabu (7/10/2020).

“Saat kamar digeledah kami temukan surat palsu Rapid Test sebanyak 10 lembar di dalam kamar,” terangya didampingi Kanitreskrim AKP Hadimastika.

Didapat penjelasan bahwa kedua tersangka memalsukan surat Rapid Test yang dikeluarkan oleh Quantum Sarana Medik. Surat itu atas nama Candra Brilian Failasuf tertanggal 28 Juli 2020 dengan hasil non reaktif. Surat asli tersebut dipalsukan dan scan oleh tersangka sebanyak 10 lembar dengan nama nama yang berbeda dan siap dijual.

BACA :  Rancang Maskot Baru Pilkada Karangasem, KPU Minta Masukan Sejumlah Tokoh

Dalam kejahatan tersebut terang Kapolsek, keduanya berbagi tugas. Tersangka Oki Santoni berperan mengedit scan hasil rapid tes melalui Photoshop. Sedangkan, tersangka Denny Hidayat bertugas mencari pelanggan, mengeprint, dan menjual hasil rapid test palsu ke media sosial Facebook.

Selain mengamankan dua tersangka, Polisi juga mengamankan 1 buah laptop merek Asus alat untuk mengedit, serta uang tunai Rp. 150.000 uang hasil penjualan surat palsu.

Dijelaskannya, surat palsu Rapid Tes itu dijual seharga Rp. 50.000 per lembar. Bila ada orang yang berminat, tersangka Denny Hidayat meminta identitas pembelinya. Lalu dikirim ke tersangka Oki Santoni yang bertugas mengedit scan surat asli di photoshop.

“Hasilnya dibagi dua dan digunakan untuk sehari-hari,” ungkap mantan Kasatlantas Polres Buleleng ini.

Dari pengakuan para tersangka, mereka sudah beroperasi sejak 21 September 2020 lalu dan sudah menjual sebanyak 3 surat palsu. Surat tersebut sudah berhasil menyeberangkan pemesan tersebut ke Pulau Jawa.

“Keterangan dua tersangka masih didalami,” tegasnya

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan

BACA :  Pilkada Serentak 2024, Isu Sara, Keamanan, dan Ketertiban, Menjadi Atensi Bersama
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular